Pekerja Pertamina Cilacap Tolak Keputusan Menteri BUMN

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Sepulang kerja ratusan pekerja Pertamina yang mengaku mewakili anggota Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) Cilacap melakukan duduk berdoa bersama di halaman Gedung Patra Graha Cilacap, Jumat (19/06/2020) sore. Mereka berdoa agar keputusan Menteri BUMN Erick Thohir tentang pembentukan holding dan sub holding PT Pertamina (Persero) batal dilaksanakan serta mengembalikan peran PT Pertamina (Persero) sebagai kuasa negara dalam pengelolaan migas nasional sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

“Undang-Undang (UU) BUMN Nomor 19 Tahun 2003 Pasal 77, menyatakan Persero yang tidak dapat diprivatisasi. Jadi hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berdasarkan Salinan Keputusan BUMN mengenai rencana Initial Public Offerring (IPO) dan perubahan struktur organisasi PT Pertamina (Persero) yang memecah bisnis Pertamina menjadi perusahaan holding dan sub holding menyalahi undang-undang,” ujar Ketua SPP PWK Titok Dalimunthe.

Untuk itu, serikat pekerja Pertamina Cilacap itu menyatakan menolak keras pembentukan Holding dan Subhalding PT Pertamina (Persero) yang mengarah pada upaya privatisasi melalui IPO tersebut. Menurutnya, rencana privatisasi yang berdasarkan keputusan Menteri BUMN itu juga menunjukan memperlakukan jika Pertamina akan diperlakukan dengan swasta.

Padahal sesuai UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 BAB Ill Pasal 4 dinyatakan, Minyak dan Gas Bumi sebagai sumber daya alam strategis tak terbarukan yang terkandung di dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai negara. “Yang dimaksud pengusaan oleh negara itu diselenggarakan oleh pemerintah sebagai pemegang kuasa pertambangan. Jadi tidak bisa diswastanisasi,” lanjutnya.

Doa bersama yang dibayangi turunnya hujan tersebut, berlangsung tertib dengan menerapkan protokoler Covid-19. Disamping menggenakan masker dan para peserta dicek dulu kesehatan dengan menggunakan thermogun dan melaksanakan jaga jarak saat duduk-duduk berdoa. (Otu)

BERITA REKOMENDASI