Pelayanan RSUD Kudus Perlu Dioptimalkan

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS (KRjogja.com) – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Loekmono Hadi Kudus, dinilai masih amburadul. Standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang ada belum dapat dijalankan dengan baik, sehingga seringkali menimbulkan kekecewaan pasien. Maka perlu adanya pelatihan bagi petugas dan perawat untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan.

Hal itu dikemukakan salah seorang pasien Agus Imakudin yang juga anggota DPRD Kudus. “Anggaran operasional RSUD cukup besar, menjadi tak seimbang jika pelayanan terhadap pasien tak diperhatikan,” ujar dalam salah satu ruang perawatan Pavilliun Anggrek RSUD Loekmono Hadi, Senin (5/3).

Agus mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang tahun 2018 ini mendapatkan gelontoran operasional dari APBD senilai Rp 128 miliar. Mestinya, dari dana sebesar itu pihak manajemen rumah sakit dapat menyisihkan sebagian untuk anggaran peningkatan pelayanan.

Salah satu kekecewaan yang dialami ketika dirinya hendak meminta izin sementara meninggalkan ruang perawatan untuk takziah neneknya yang meninggal dunia. “Waktu kami mau minta izin, tak ada yang bisa dihubungi termasuk Direktur RSUD. Kami akhirnya membuat surat pernyataan, sehingga jika terjadi apa- apa rumah sakit tidak disalahkan,” ungkap Agus yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD setempat.

Pihaknya juga masih melihat tugas-tugas pelayanan dan pembagian shift kerja tidak dilakukan secara adil. Ke depan, dia berharap RSUD dapat meningkatkan pelayanan dasar melalui pelatihan-pelatihan dan menciptakan kerjasama tim work yang solid.

Direktur RSUD Loekmono Hadi, dr Aziz Akhyar melalui Kabid Pelayanan Aris Jukisno mengapresiasi adanya masukan yang baik untuk peningkatan pelayanan. Menurutnya, standar pelayanan tetap diutamakan. Rencana mulai April nanti akan dilakukan pelatihan, dibagi dalam lima kelompok secara bergantian. (Trq)

BERITA REKOMENDASI