Pemkab Dinilai Lamban, Pedagang Akhirnya Dirikan Lapak Sementara

KENDAL, KRJOGJA.com – Penutupan Jalan Sutomo Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri meski mendapat protes dari pedagang tetap disekitar jalan tersebut namun tetap dilanjut. Dari pihak terkait Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Camat Weleri juga tidak mengijinkan karena untuk pedagang sudah ada lokasi pasar darurat.

Ahmad, pedagang roti yang semua dagangan yang ada di satu toko dan lima losnya habis kepada KRJOGJA.com, Minggu (20/12/2020) mengatakan pembangunan lapak di Jalan Sutomo adalah keinginan pedagang. “Ini murni keinginan pedagang dan karena letaknya di Desa Penyangkringan, maka pihak desa hanya memfasilitasi, semua dari kami pedagang karena kami butuh hidup dan berjualan kembali, menunggu dari Pemkab lama paling tidak maret baru ada,” ujar Ahmaf yang sudah berjualan sejak tahun 1980.

Ahmad menikai Pemkab Kendal lamban dalam menangani dan menyediakan pasat darurat sementara. “Jika responya cepat kami tidak akan membangun lapak ini, jadi pihak desa hanya memfasilitasi lewat karang tarunanya, kami memang dikenakan biaya Rp 1,5juta karena itu untuk biaya pembangunan,” lanjutnya. Saat ditanyakan apabila nanti kalau pasar darurat sudah dibangun mereka akan pindah, Ahmad mengatakan di pasar darurat nantinya masih belum menampung seluruhnya.

BERITA REKOMENDASI