Penerapan Pelarangan Cantrang Ditunda

Editor: Ivan Aditya

PATI (KRjogja.com) – Penjelasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengenai toleransi pemerintah terhadap penggunaan alat tangkap ikan cantrang hingga Juni 2017 disambut perasaan lega ribuan nelayan di Juwana kabupaten Pati. Mengacu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 maka penggunaan cantrang akan berakhir  pada 31 Desember 2016 ini.

Dalam peraturan menteri (permen) tersebut disebutkan kapal yang menggunakan alat tangkap jenis pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) harus mengganti alat tangkapnya jika masih ingin mencari ikan di wilayah perairan Indonesia. Namun nelayan belum siap, sehingga  pemerintah  elah memberika toleransi pertama yaitu memberikan kesempatan nelayan untuk mengganti cantrang Oktober 2015 hingga Desember 2016 ini, atau selama 14 bulan.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulya Juwana, Jafar LG mengungkapkan tercatat 800 kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang. "Sebanyak 80 kapal yang mengurus Surat Ijin usaha Perikanan (SIUP). Serta terdapat 17 kapal yang sudah memproses penggantian cantrang" katanya kepada KRjogja.com, Jumat (30/12/2016).

Seorang nelayan Juwana, Bambang Wicaksana yang ditemui wartawan merincikan  penggantian alat tangkap dari jenis pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) ke Gillnet atau Purse Seine, setiap kapal membutuhkan biaya Rp 1 miliar. "Jumlah tersebut belum termasuk modifikasi kapal untuk penyesuaian alat tangkap baru itu. Selain itu, pasti akan ada tambahan beaya membeli alat  pendingin ikan dan lainnya," ujarnya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI