Pengajian Sampak Gusuran Keindahan Membaca Perbedaan

Editor: KRjogja/Gus

PATI (KRjogja.com) – Kemampuan membaca (iqra) sangat dibutuhkan oleh sebuah negeri. Pembacaan yang keliru akan menghasilkan penyelesaian yang keliru pula. Akibatnya pemahaman berhenti di jalan. Demikian dikatakan pimpinan Majelis Ilmu Suluk Maleman, Habib Anis Sholeh Bahasin. 

"Membaca tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga menganalisa" ujarnya, Sabtu (23/9).

Seseorang harus memiliki hati yang bersih untuk mampu membaca dengan jernih. Kejernihan membaca ini sangat penting mengingat banyak sekali tipu daya yang mengelabuhi mata hati kita. 

"Tinggi rendahnya sebuah peradaban ditentukan oleh bagaimana peradaban itu dibangun, menyertakan Allah atau menjauhi Allah. Orang yang mengakui bahwa kemampuan melihatnya itu tidak hanya dari penglihatan matanya, tetapi juga karena adanya cahaya (dari Allah), adalah yang memiliki kemampuan membaca yang jernih. Ayat menjadi alat baca kita" kata Habib Anis BS.

Sementara itu, KH Muzamil menerangkan tentang perbedaan cara membaca. "Perbedaan dalam membaca janganlah disalahkan, karena perbedaan adalah saling melengkapi. Semakin banyak yang beda maka pandangan kita terhadap objek semakin lengkap. Berkeluarga yang langgeng itu bukan karena tidak ada perbedaan, tetapi mampu mengelola perbedaan menjadi hikmah" ujarnya.

“Ada artis bercerai bilang  ke media, kami sudah tidak ada kesamaan. Justru kalau sama menimbulkan masalah. Orang menikah itu karena adanya perbedaan" tutur KH Muzamil.

Kegiatan mengaji Sampak Gusuran di rumah Habib Anis BS Pati juga sempat dimeriahkan penampilan orkes keroncong. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI