Penggalian Pondasi Masjid Lasem, Benda Bersejarah Ditemukan

Editor: Ivan Aditya

REMBANG, KRJOGJA.com – Beberapa benda yang diduga peninggalan sejarah ditemukan di Kota Lasem, Rembang. Barang-barang tersebut diantaranya berupa periuk, piring porselen maupun pecahan keramik dari berbagai ukuran. Benda peminggalan ini ditemukan saat Yayasan Masjid Jami Kota Lasem melakukan penggalian pondasi guna perluasan areal tempat ibadah tersebut.

Pengurus Masjid Jami Lasem, KH Shihabudin menjelaskan, saat dilakukan penggalian cangkul salah seorang pekerja menghantam sebuah benda keras. Para pekerja yang merasa curiga kemudian membersihkan bagian penggalian dan akhirnya menemukan benda kuno yang tertimbun di dalam tanah.

"Pekerja menemukan sebuah periuk atau semacam tempayan dalam keadaan masih utuh. Ada pula pecahan-pecahan keramik kuno bertuliskan Samarcand tahun 1836 Masehi, dengan kombinasi huruf aksara Jawa. Samarcand merupakan sebuah kota di Uzbekistan, yang menjadi asal usul beberapa tokoh Wali Songo," jelas Shihabudin.

Pegiat budaya Lasem sekaligus pengurus Perpustakaan Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid menuturkan, temuan tersebut langsung menarik perhatian dua orang peneliti arkeologi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Keduanya datang mengambil gambar benda-benda kuno yang ditemukan tersebut untuk dilakukan penelitian.

“Tidak hanya periuk yang dicermati, tetapi juga uang koin kuno peninggalan abad ke XV, tempayan, lumpang dan beberapa potongan keramik bergambar Masjid. Saya berharap hasilnya akan semakin memperkaya jika Lasem memang kota tua yang kaya akan peninggalan sejarah masa lalu," kata Abdullah.

Diungkapkan Abdullah, dari hasil perbincangannya dengan peneliti UGM mereka menyampaikan jika keberadaan Masjid Jami Lasem memang cukup tua usianya, terlebih dengan keberadaan  benda-benda kuno tersebut menunjukkan bahwa kawasan Alun-alun Lasem yang kini ditempati bangunan Masjid merupakan salah satu situs Catur Tunggal tertua di Indonesia. Situs Catur Tunggal adalah pola awal terbentuknya kota-kota di Pulau Jawa, terlihat dari area Alun-alun yang berdekatan dengan Masjid.

Peneliti UGM juga melihat dodopeksi atau kayu bagian atas Masjid Jami Lasem yang menampilkan huruf bahasa Kawi. Keduanya berjanji siap mencarikan ahli untuk menerjemahkan arti bahasa dalam kayu Dodopeksi itu, karena sampai sekarang belum terungkap maknanya.

Hamid menambahkan temuan terakhir berupa priuk tentu akan menambah koleksi benda kuno yang kelak rencananya akan dipamerkan di dalam Museum Masjid Jami Lasem. Ia berharap dinas terkait seperti Pemkab Rembang maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya turut membantu memfasilitasi percepatan pembangunan museum, agar benda kuno bisa terawat dan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. (Ags)

BERITA REKOMENDASI