Penjualan Hewan Kurban di Pasar Margorejo Dipantau

Editor: KRjogja/Gus

PATI ( KRjogja.com) – Menjelang  hari raya Idul Adha 1437 H yang jatuh tanggal 12 September 2016, petugas dari  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertannak) Pati, melakukan pemantauan khusus penjualan di pasar hewan Margorejo. Petugas melakukan pengawasan demi mencegah kecurangan oknum pedagang nakal. Petugas melakukan pemeriksaan fisik hewan ternak. Yakni berupa meneliti ada tidaknya penyakit (zoonosis), seperti penyakit kulit, pincang atau  penyakit kelamin, mata dan gigi  hewan kurban.  

Pasar Wage Margorejo selama ini dikenal tempat transaksi jual beli hewan terbesar untuk wilayah eks-Karesidenan Pati. Aneka jenis piaraan yang berasal dari   kabupaten Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan serta dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Tuban, Bojonegoro dan Ngawi sebelum dikirim ke  Jakarta atau Banten transit dulu di  pasar Wage Margorejo.

“Pasar  hewan Margorejo  menjadi fokus perhatian. Hewan yang untuk kebutuhan konsumsi, peliharaan, atau peternakan harus dipastikan harus sehat,” kata  Kepala Dispertannak Pati, MT Efendi, Rabu (7/9).   

Diungkapkanya, meningkatnya permintaan akan hewan pada saat menjelang hari lebaran Idhul Adha, biasanya dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan. Seperti, sengaja  kecurangan gigi hewan dipatahkan biar terlihat powel, sehingga dianggap sudah memenuhi syarat untuk dikorbankan.

Selain melakukan pemantauan di pasar Wage, pihak Dispertannak juga melibatkan dokter hewan di kecamatan untuk mengawasi peternak dalam merawat kesehatan hewan piaraan. Sehingga hewan diperjualbelikan di pasar Margorejo yang untuk kurban tidak ada  yang pincang atau buta (cacat) atau terkena penyakit. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI