Pernikahan Dibawah Umur di Pati Masih Banyak, Solusi Nyata Dibutuhkan

PATI, KRJOGJA.com – Hingga awal tahun 2020, ternyata masih banyak terjadi pernikahan dibawah umur di wilayah kabupaten Blora, Rembang, Grobogan dan Pati. Sementara itu, jumlah penderita HIV/Aids di kalangan usia muda, jumlahnya tercatat terus bertambah. 

"Harus segera ada kerjasama antara pemkab dan pemprov Jateng untuk mengatasi tingginya pernikahan dibawah umur," kata anggota DPR RI, H Firman Subagiyo SE, Minggu (5/1/2019). 

Pernikahan dibawah umur, bisa menyebabkan keluarga miskin terus bertambah. Ditambah lagi kesiapan mental dalam menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. "Saya sangat sedih mendengar laporan tersebut. Maka harus segera dicarikan solusi pencegahannya," kata anggota DPR RI asal Batangan Pati ini. 

Anggota DPR RI dari FPG ini menilai jika 'political will' Pemprov Jateng masih sangat kurang. "Kita berharap agar Gubernur Jateng segera menangani kasus tingginya pernikahan usia dini," tegasnya. 

Sementara itu hingga saat ini wilayah kabupaten Pati dipastikan belum bebas dari penyakit Hiv/Aids. Tepat pada tahun baru 2020, didapatkan empat orang yang usianya dibawah 18 tahun, dan diduga mengidap penyakit Hiv/Aids. 

"Ada 8 pasien baru. Yang empat orang kena Hiv," ucap seorang petugas rumah sakit yang enggan disebut namanya. 

Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA)  Pati mencatat, hingga Mei 2019 saja, tercatat ada 71 kasus baru. Sejumlah penggiat menyebut jika HIV/Aids di Pati, seperti fenomena gunung es. Yang diberi penyuluhan adalah PSK yang di lokalisasi. Namun yang diluar lokalisasi, justru minim penyuluhan. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI