Plt Bupati Pati Dituding Bikin Gaduh

Editor: Ivan Aditya

PATI (KRjogja.com) – Kasus dugaan penggunaan mobil dinas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati HM Budiyono semakin memanas. Sejumlah politisi mengkritik apa yang dilakukan Budiyono.

Ketua DPC Partai Demokrat Pati, H Jhony Kurninanto MT menuding Budiyono sebagai pihak yang membuat gaduh. “Menjelang pilkada sebenarnya iklim politik sangat sejuk. Sekarang terjadi kegaduhan karena Plt bupati meminjamkan kendaraan dinasnya  memfasilitasi kampanye kotak kosong” ujarnya akhir pekan kemarin.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua DPD Golkar Pati, Adjie Sudarmaji. Budiyono telah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan relawan kotak kosong dan dinilai tidak netral dalam pilkada 2017.

“HM Budiyono dinilai tidak netral dan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan relawan kotak kosong. Plt bupati meminjamkan mobil dinasnya dan memberikan fasilitas acara sosialisasi kotak kosong di Gedung Kesenian Stadion Joyokusumo," ujar politikus yang menjabat sebagai ketua Komisi A (pemerintahan) DPRD Pati, Sabtu (19/11/2016).

Dalam menangani dugaan kasus peminjaman kendaraan dinas, Komisi A DPRD Pati memanggil KPUD, Panwaskab Pati, Bagian Hukum Setda Pati, Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Pemkab Pati serta Inspektorat. Mereka membahas ketidaknetralan dan penggunan fasilitas negara untuk kegiatan relawan kotak kosong yang dilakukan wakil bupati HM Budiyono.

Terungkap dalam rapat tersebut jika mobil dinas Toyota Rush yang dipakai relawan kotak kosong sebenarnya plat merah K- 9506-MH, namun diganti (dipalsukan) menjadi plat hitam K-7810-EA. Mobil dinas Toyota Rush akhirnya ditahan di Mapolres Pati karena ditangkap petugas saat melintas di JalannP Diponegoro. “Sampai saat ini belum ada pihak yang mengambil,” kata Kasat Lantas Polres Pati, AKP Ikrar Potawari.

Budiyono ketika dikonfirmasi membenarkan jika kendaraan K-9506-MH awalnya dipinjam  Digdo Agus Suharto warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil untuk keperluan pengobatan salasatu anggota keluarganya di Semarang. Ketika kendaraan dibawa masih plat nomer merah (asli).

"Jadi, saya tidak tahu kalau ada penggantian menjadi plat nomer hitam. Malah saya  tidak menyangka kalau mobil itu juga digunakan untuk melapor ke Panwas. Jadi, sangat aneh kalau  saya dituding memfasilitasi relawan kotak kosong. Anggapan tersebut hanya fitnah, karena saya tidak tahu menahu masalah aksi kotak kosong,” ungkapnya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI