Produksi Garam Pati Terancam Gulung Tikar, Harga Jual Rp 250/Kg

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Petani garam di Pati merugi pada puncak kemarau seperti saat ini. Hal tersebut disebabkan petani yang tidak mempunyai posisi tawar dalam menentukan harga jual garam.

Para petani mulai enggan untuk memanen produksi garamnya, sebab pendapatan per harinya tidak lebih dari Rp 70.000. Pendapatan tersebut dianggap jauh dari biaya operasional.

Baca juga :

Harga Anjlok, Petani Harga Garam Merugi
Cegah Masalah Gizi, Kandungan Yodium Garam di Pasar Tradisional 'Diperiksa'

Harga garam semula Rp 1.000 per kilogram, namun pada puncak produksi pada musim kemarau harga jual terus melemah. Dari lahan tambak garam kualitas (Kw) 3 saat ini hanya Rp 250 – Rp 300 per kiologram, Kw 2 Rp 300 – Rp 350 dan Kw 1 Rp 350 – Rp 400 per kilogram.

Kepala Dinas DKP Pati, Edy Martanto berharap perusahaan pengolah garam menyerap hasil panen garam. "Supaya para petambak garam kembali bersemangat untuk berproduksi" ujarnya, Selasa (03/09/2019).

Sementara itu Wakil Bupati Pati,  Saiful Arifin mengimbau perusahaan garam besar untuk ikut menstabilkan harga jual, sehingga harga garam tidak terpuruk. "Kalangan importir garam harus menjaga keseimbangan. Pada saat puncak masa panen produksi, seharusnya impor garam dilakukan pengurangan," ujarnya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI