Progres Lambat, Dua Proyek Jembatan di Kudus Dievaluasi

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS (Krjogja.com) – Dua pelaksana kegiatan dipanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, untuk dilakukan evaluasi pekerjaan pembangunan jembatan di Desa Kutuk, serta jembatan di ruas jalan Desa Berugenjang- Wonosoco Kecamatan Undaan.  Evaluasi dilakukan karena terjadinya keterlambatan dalam pengerjaan. Bila tidak segera ditangani dengan baik, pembangunan dikhawatirkan molor.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pelaksanaan kegiatan harus dipacu agar selesai tepat waktu. Dari puluhan kegiatan, terdapat dua proyek jembatan perlu mendapatkan perhatian karena progres pelaksanaan pekerjaannya jauh dari target.

Proyek jembatan Desa Kutuk senilai Rp 3,5 miliar, progresnya tertinggal sekitar tujuh persen dari target pelaksanaan 47 persen. Sedang jembatan ruas Desa Berugenjang- Wonosoco senilai Rp 3,2 miliar, baru terlaksana sekitar 30 persen dari target 55 persen.

“Untuk memacu pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan harus menambah jumlah tenaga kerja dan jam kerja lembur,”pintanya, Kamis (26/10).

Pembangunan jembatan di Desa Kutuk terlambat karena debit sungai yang ada di bawahnya cukup besar. Kondisi lebih parah terjadi pada jembatan Berugenjang- Wonosoco yang dilakukan PT Arkonindo Prima Sentosa. Progresnya bergerak lamban karena pemancangan pondasi bawah tumpuan struktur jembatan (abutment) tidak bisa dikerjakan akibat sungai banjir.

“Saat ini baru bagian selatan yang pondasi struktur jembatannya berdiri tegap. Sedang bagian utara belum dapat dikerjakan. Pelaksana harus membendung aliran dan menyedot air agar pembuatan pondasi dapat segera dilaksanakan,” terangnya.

Pelaksana Kegiatan PT Arkonindo Prima Sentosa, Akrab mengaku pembangunan jembatan Berugenjang- Wonosoco tak sesuai target. Selain akibat luapan sungai, tanah sekitar sangat labil.  Meski begitu pihaknya tetap yakin pekerjaan yang dimulai 16 Agustus 2017 dapat selesai sebelum masa kontrak habis 16 Desember mendatang. (Trq)

BERITA REKOMENDASI