Pulang Nonton Dangdut, Pemuda Tewas Disabet Sajam

Editor: Agus Sigit

JEPARA,KRJOGJA.com – Sejumlah pemuda asal Desa Ngetuk dan Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara terlibat tawuran, hingga menyebabkan seorang tewas tersabet senjata tajam. Perkelahian diduga gara-gara persoalan sepele usai menonton pentas musik dangdut di sebuah resto di kawasan “Kota Kretek” Kudus. Korban berinisial AR (30) merupakan pemuda warga RT. 01- RW. 06 Desa Muryolobo.
Semalam usai kejadian, Kapolres Jepara bersama Kapolsek, Danramil Nalumsari, kepala desa dan perangkat, serta tokoh pemuda dan masyarakat desa, menggelar pertemuan di Balai Desa Muryolobo. Hadir  pula Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif.
Informasi yang dihimpun KRJogja.com menyebutkan, kejadian berawal saat korban bersama dua rekannya pulang dari nonton hiburan musik dangdut di Kudus, dengan mengendarai  Honda Vario warna putih nopol K 5809, Minggu (15/5) sekitar pukul 17.25.  Setiba dari arah selatan Pasar Gandu Desa Bendanpete Nalumsari, korban yang berboncengan tiga itu dikejar oleh massa sekitar 25 orang. Perkelahian tak seimbang pun terjadi, korban yang tidak kuasa malawan terkena sabetan senjata tajam di bagian leher hingga tewas.
Kapolres Jepara AKBP Warsono  membenarkan kejadian itu. Sesaat setelah menerima laporan, pihaknya segera menuju lokasi untuk memimpin langsung olah TKP. Selain itu menggelar pertemuan dengan Danramil, kepala desa dan perangkat, tokoh warga desa,, serta dihadiri Ketua DPRD Jepara. Dalam pertemuan itu semua pihak diminta dapat mengendalikan diri.
Kapolres Jepara, tadi malam menggelar pertemuan usai kejadian perkelahian warga antar desa yang merenggut korban jiwa.
Selanjutnya Kapolres  mengerahkan aparat dari Polres dan meminta bantuan  Kodim untuk ikut menjaga ketertiban guna menjamin keamanan masyarakat desa mading- masing.
“Percayakan pengamanan dan penanganan persoalan kepada aparat kepolisian. Jangan bertindak main hakim sendiri yang akibatnya bisa fatal dan merugikan masyarakat,” tegasnya, Senin (16/5).
Kapolres Jepara AKBP Warsono bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif pun telah menyempatkan takziah ke rumah duka menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Harapan kami semua warga Desa Ngetuk dan Mulyolobo untuk menahan diri. Serahkan kepada jajaran Polres dan kami dari DPRD akan mengawal sampai tuntas dan adil,” tandas Haizul Ma’arif.
Ia juga menghimbau semua pihak untuk tidak mengunggah foto- foto korban di media sosial.  Hargai korban dan keluarganya, karena unggahan  foto- foto dapat menimbulkan keresahan warga. (Trq)

BERITA REKOMENDASI