PUS di Kudus Tidak ber-KB Capai 33,09 Persen

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) dengan aktif melakukan penyuluhan ke masyarakat, terutama terhadap para Pasangan Usia Subur (PUS). Namun tidak semua PUS bersedia menjadi peserta KB dengan berbagai alasan.

Berdasar pendataan keluarga yang dilaksanakan tahun 2018 ini, didapatkan sejumlah alasan paling dominan PUS tidak ber-KB. Yakni karena sedang hamil, alasan kesehatan, tidak menyetujui KB dan tidak tahu tentang KB. Selain itu takut efek samping, pelayanan KB yang jauh, dan tidak mampu karena KB mahal.

Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) Kabupaten Kudus, Yasri mengatakan, jumlah peserta program KB aktif per Oktober 2018 di Kabupaten Kudus mencapai 91.750 akseptor, atau 66,91 persen dari total PUS sebanyak 137.118 pasangan. Peserta KB terbanyak di Kecamatan Jekulo 13.207 akseptor, disusul Dawe 13.142 akseptor. Jumlah paling sedikit di Kecamatan Kota sebanyak 7.368 akseptor.

Sedang dari jumlah PUS sebanyak 137.118 pasangan, yang tidak menjadi peserta KB tercatat 33,09 persen atau sebanyak 45.368 pasangan. “Alasan tidak mau menjadi peserta KB, paling tinggi karena alasan takut efek samping dengan persentase mencapai 8,83 persen,” ujarnya, Senin (10/12).

Pihaknya menduga alasan takut efek samping ber-KB, dipengaruhi adanya infomasi menyesatkan tentang KB yang banyak beredar di media sosial dan internet. Melalui medsos, infomasi salah beredar tentang alat kontrasepsi KB seperti implant yang konon bisa berpindah hingga organ dalam seperti jantung dan paru-paru, dan pemasangan IUD yang katanya dapat berkarat di organ reproduksi.

Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya para PUS tentang alat kontrasepsi dan KB secara benar. “Masyarakat yang membutuhan informasi tentang alat kontrasepsi dan KB, dapat mencari infomasi kepada petugas yang kompeten seperti petugas kesehatan atau Penyuluh KB,” tambah penyuluh KB Kudus, Bagus Sandi Tratama. (Trq)

 

 

BERITA REKOMENDASI