PWI Dan IJTI Tolak PLTU Rembang

REMBANG (KRjogja.com) –  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) se Muria Raya dan PWI Perwakilan Kabaupaten Rembang kompak menggelar aksi demo solidaritas, Senin (22/08/2016) pukul 09.30 WIB di depan kantor PLN Cabang Rembang,Jl Pemuda sebagai bentuk perlawanan menentang sikap arogansi oknum pegawai PLTU Sluke, Rembang yang menghalangi dan merampas kamera dan HP wartawan saat meliput korban kecelakaan kerja.
    
Ketua IJTI Muria Raya Indra Winardi menjelaskan aksi solidaritas semula akan berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke. Namun, karena berbagai pertimbangan, termasuk saran dari Polres, untuk sementara aksi dialihkan ke depan kantor PLN Rembang. Dipilihnya PLN sebagai simbol, karena Pembangkitan Jawa Bali (PJB) selaku pengelola PLTU adalah anak perusahaan PLN.

Dia menjelaskan aksi solidaritas para pekerja pers ini mengusung dua tuntutan utama, yakni PLTU harus meminta maaf secara terbuka, karena telah melecehkan kerja wartawan dan mendesak Polres Rembang mengusut tuntas kasus intimidasi maupun perampasan HP milik wartawan.

"Tindakan oknum pegawai PLTU tersebut tidak mencerminkan citra sebuah bagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kami menduga, penghalangan dan perampasan alat kerja wartawan bukanlah spontanitas. Karena menurut informasi yang kami terima, di setiap pintu rumah sakit dan tempat perawatan pasien dijaga ketat oleh sekelompok orang," ungkapnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Djamal A. Garhan menegaskan kejadian perampasan HP milik wartawan Jawa Pos bukanlah delik aduan. Tapi merupakan tindak pidana, sehingga polisi bisa mengusut tanpa menunggu laporan. (Ags)

 

BERITA REKOMENDASI