Rawan Pencurian, Pemerintah Perlu Memberi Stimulus Nelayan

PATI, KRJOGJA.com – Keputusan  pemerintah dengan membebaskan ijin kapal ukuran di bawah 10 gross tonnase (GT), belum merupakan daya ungkit signifikan dalam upaya peningkatan produksi ikan secara nasional. Demikian diungkapkan Ketua Serikat Nelayan Indonesia, Hadi Sutrisno.

"Seharusnya pemerintah memberi stimulus bagi nelayan," kata nelayan di rumahnya Desa Bendar Kecamatan Juwana, Selasa (26/9/2017).

Pemerintah Indonesia juga harus memberi kredit suku bunga rendah. Serta memberi kebebasan nelayan untuk membuat kapal berukuran 150 hingga 200 GT.

Menjawab pertanyaan, Hadi Sutrisno menyatakan masih banyak kapal asing yang mengambil ikan di perairan Indonesia. Mereka  standby di sejumlah pangkalan negara tetangga, seperti di Timor Leste dan Filipina. "Mereka mencuri ikan di daerah NTT. Sedang kapal pencuri asal Australia berlabuh di dermaga Papua Nugini," tuturnya.  

"Pemerintah RI dapat menjadikan nelayan sebagai intelijen yang mengawasi asal negara kapal pencari ikan di tengah laut. Terhadap nelayan yang mampu mengungkap pencurian ikan, diberikan hadiah. Sebab, cara seperti ini sudah dipraktekan di negara China," kata Hadi Sutrisno. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI