Realisasi Minim, Pendapatan Parkir Dishub Kudus Dievaluasi

KUDUS, KRJOGJA.com – Realisasi pendapatan retribusi dari pengelolaan parkir yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus dievaluasi, karena jauh di bawah target. Hingga pertengahan November 2019, penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir baru mencapai Rp 1,460 miliar, atau sekitar 24,42  persen dari target sebesar Rp 5,982 miliar. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris menyatakan sangat berat mendongkrak realisasi pendapatan secara signifikan hingga akhir tahun ini. Minimnya realisasi pendapatan apakah karena target yang dibebankan terlalu besar atau mungkin ada kebocoran dan kendala di lapangan, perlu evaluasi dan  kajian
mendalam. “Termasuk evaluasi pengelolaan oleh pihak ketiga, kita evaluasi,” ujarnya saat inspeksi ke Kantor Dishub Kudus, Kamis (14/11/2019). 

Didampingi Kepala Dishub Kudus Abdul Halil dan jajarannya, Sam’ani menekankan dari hasil evaluasi diharapkan ada perbaikan dan kajian lebih mendalam sehingga pendapatan parkir 2020 nanti lebih optimal. Dishub diminta menggandeng akademisi dalam melaksanakan kajian agar detail potensi dapat terpetakan lebih baik agar target berikutnya lebih realistis.

Kepala Dishub Kudus, Abdul Halil mengakui mengakui, tahun ini pendapatan sektor parkir belum sesuai harapan. Pihaknya menargetkan penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum yang dikelola pihak ketiga sebesar Rp 2,676 miliar, namun hingga sekarang baru terealisasi sekitar 20 persen atau Rp 535 juta. Sedang target tempat parkir khusus yang dikelola internal Dishub Kudus sebesar Rp 3,306 miliar, realisasi mencapai Rp 925,68 juta atau sekitar 28 persen. 

Tahun depan pihaknya akan membentuk satuan tugas (satgas) di lima zona, yakni zona tengah, barat, timur, utara dan zona selatan. Di setiap titik zona ditempatkan pembantu satgas. Satgas bertugas mengawasi setiap titik parkir di zona masing – masing, untuk menekan potensi kebocoran. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi penanganan pengelolaan parkir, apakah ditangani sendiri atau tetap dikelola pihak ketiga.

“Melalui perbaikan sistem pengelolaan, kami yakin pendapatan parkir dapat lebih dimaksimalkan,” tegasnya.(Trq)

BERITA REKOMENDASI