Sekda Kudus Pantau Parkir di Lapangan, Hasilnya Mengejutkan

KUDUS, KRJOGJA.com – Berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus dan juru parkir nakal, bukan isapan jempol. Hal itu dibuktikan sendiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris, saat melakukan pantauan lapangan Selasa (11/9) malam.

Dia mengaku sengaja turun langsung untuk membuktikan keluhan masyarakat dengan mengendarai sepeda motor. Ketika parkir di salah satu tepi Jalan dokter Loekmono Hadi, pihaknya memergoki seseorang yang diduga oknum pegawai Dishub Kudus meminta juru parkir agar setor uang sebesar Rp 7.500.

“Jangan dilihat nominalnya. Kelihatannya kecil, tetapi kalau itu dilakukan terhadap ratusan juru parkir misalnya selama satu bulan dan sepanjang tahu, nilai menjadi sangat besar,” ujarnya, Rabu (12/9), seraya menyebut pungutan itu tidak berdasar.

Sekda juga mencium adanya praktek nakal sejumlah oknum juru parkir yang memakai rompi resmi Dishub. Mereka memungut retribusi tanpa disertai karcil. Itu juga dialami sendiri, meski akhirnya diberi karcis namun tidak peruntukannya.

“Kami diberi karcis parkir mobil yang sudah kusut, padahal yang kami parkir sepeda motor. Kondisi seperti itu menunjukkan kalau pengawasan internal Dishub sangat lemah,” katanya. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Abdul Halil tidak menyatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada juru parkir bersama tim saber pungli. Namun jika realita di lapangan masih ditemukan hal tidak diinginkan, menjadi bahan evaluasi dan pembenahan. Terhadap keluhan adanya parkir liar akan ditertibkan.

“Kami akan lebih meningkatkan pengawasan di lapangan, serta melakukan evaluasi dan pembenahan melalui berbagai tahapan,” tegasnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI