Sinom Parijoto Iringi Parade Sewu Kupat

KUDUS (KRjogja.com)- Pesta Syawalan Parade Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria di kawasan wisata Taman Ria Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus, Rabu (13/07/2016) berlangsung meriah. Lebih dari enam ribu pengunjung memadati kawasan wisata Gunung Muria tersebut.

Selain di Colo terdapat tujuh titik lokasi kupatan di “Kota Kretek”, diramaikan berbagai bentuk hiburan serta prosesi budaya yang menggambarkan sejarah dan kearifan lokal. Hanya saja penyelenggaraan parade sewu kupat yang ke sepuluh sejak tahun 2007, paling banyak menyedot pengunjung. Pesta Sewu Kupat yang dihadiri Bupati Kudus, Ketua DPRD dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, dimulai sejak pagi dengan pengumpulan kupat, lepet serta ampyangan (hasil bumi) yang dibentuk dalam sebuah gunungan. Sebelum ritual tradisi dilakukan doa bersama di Balai Desa Colo.

Sekitar 26 gunungan kupat dan lepet kemudian diarak dari makam Walisongo Sunan Muria menuju Taman Ria sepanjang 1,5 kilometer, sebelum dijadikan rebutan pengunjung. Dalam kegiatan itu dilantunkan tembang Sinom Parijoto karya Sunan Muria.

Bupati Kudus Musthofa meminta tradisi sewu kupat terus dilestarikan, tetapi jangan dikultuskan. Kegiatan ini perlu terus dikelola sebagai sebuah potensi wisata. “Siapa pun bupatinya, tradisi budaya yang memiliki nilai kearifan lokal ini tidak boleh hilang. Ini tradisi yang menggambarkan rasa syukur masyarakat atas berkah hasil bumi," ungkap bupati yang kali pertama menggagas pesta parade sewu kupat. (Trq)

 

 

BERITA REKOMENDASI