Soal Seleksi Perangkat Desa, Bupati Minta Stop Kegaduhan

REMBANG, KRJOGJA.com – Seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Rembang telah usai. Namun "aroma" telah terjadinya sogok-menyogok untuk meloloskan calon perangkat desa justru kian menguat. 

Data yang dihimpun KR menyebutkan,sebanyak 3.343 orang calon perangkat desa untuk beberapa posisi ikut bertarung untuk memperebutkan 562 kursi yang kosong yang tersebar di 232 desa di wilayah ini.

Salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan di Kabupaten Rembang H Sukaryono ( 57) mengaku sudah menerima banyak laporan tentang praktik KKN dalam seleksi penerimaan perangkat desa. 

Di Wilayah Kecamatan Sumber, kata mantan politisi ini,hampir semua calon perangkat desa yang lolos berasal dari famili oknum kepala desa yang saat ini menjabat Kades. Bahkan untuk wilayah Kecamatan Sarang kian transparan. 

Moch Riza (28) seorang sarjana dari desa Temperak,Sarang  harus dikalahkan calon yang hanya lulusan SMA swasta. Riza bersama-sama rekan-rekannya sudah menggalang kekuatan untuk menembus jalur hukum.

"Kami dan teman-teman terus mencari bukti-bukti.Untuk memuluskan calon minimal harus tersedia uang Rp 50 juta lebih.Dan khusus untuk calon Sekdes bisa menembus di kisaran Rp 100 juta keatas," jelas Moch Riza. 

Bupati Rembang Abdul Hafid meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan soal seleksi penerimaan perangkat, agar roda pemerintahan di desa segera berjalan lancar. 

"Saya sudah wanti-wanti kepada Kades dan Camat untuk tidak main-main soal seleksi penerimaan perangkat. Masak saya dan Wakil Bupati banyak disebut-sebut soal seleksi,ini khan keterlaluan. Tetapi kalau memang terbukti biar aparat penegak hukum yang bekerja," kata Bupati Abdul Hafid. (Ags) 

BERITA REKOMENDASI