Sri Antini Dijuluki Perempuan Seribu Dering, Ini Maksudnya

Editor: KRjogja/Gus

HP Sri Antini (47) sebentar-sebentar berdering, tanda ada telpon atau pesan singkat yang masuk. Itulah sebabnya, warga Parengan Kabupatewn Pati pemilik hp itu mendapat julukan perempuan seribu dering. Ia dikenal sebagai pejuang kemamusiaan.

Hampir seluruh waktu Sri Antini dihabiskan untuk membantu mengurus orang yang kelaparan, sakit, mencari darah untuk operasi di rumah sakit, bahkan mencarikan kendaraan gratis untuk berobat di rumah sakit atau angkut jenazah untuk kaum dhuafa. “Bagimu negeri, jiwa raga kami,” kata Sri Antini sambil bercanda, Senin (16/2) lalu, saat ditanya seputar kegiataan bidang sosial yang digelutinya selama ini.

Ibu dua putra itu mengaku ikut di organisasi sosial ‘Ayo Berbagi Pati’ yang banyak melibatkan kaum milineal. Organisasi tersebut diketuai Bagus Pujiono, sedangkan Eli Vina Muthohar sebagai bendahara. Keduanya berusia sepantaran anak Sri Antini. Meskipun demikian, ia tidak canggung berkecimpung di organisasi sosial bersama anak-anak muda seusia anaknya.

Menurutnya, kegiatan ‘Ayo Berbagi Pati’ antara lain mengadakan santunan untuk anak yatim, khitanan gratis, piknik zuka2 (Pizza) bareng dhuafa, bantuan madrasah dan mushola (Basmallah), dan berbagi air bersih jika musim kering. Juga memberikan bantuan korban banjir, bedah rumah, berbagi masker, santunan untuk dhuafa, tanggap bencana, sedekah hari Qurban, dan santunan untuk anak sekolah. “Kami merawat bantuan dari orang-orang yang tidak mau disebut nama dan jenis bantuannya. Semua dibahas dalam forum jagongan

sambil memberikan santunan,” ungkap Sri Antini.

Khusus untuk musim banjir yang terjadi selama Januari hingga Febuari ini, ‘Ayo Berbagi Pati’ setiap harinya mengirim sedekah nasi bungkus, obat, alat mandi, susu, makanan ringan, dan pampers. “Tak jarang, kami juga mengurus antar pasien dan membawa jenazah. Semua gratis untuk dhuafa,” tandas Sri Antini. (Alwi Alaydrus)

 

BERITA REKOMENDASI