Sulit Tembus Pasar Jakarta, Beras Pati Kalah Bersaing

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Selama bulan Januari 2021 ini pemasaran beras asal Pati lesu. Selain disebabkan Bulog tidak melakukan pembelian (pengadaan), juga karena minimnya tingkat penjualan ke pasar wilayah Jakarta. Demikian diungkapkan Sekretaris Asosiasi Perberasan Pati (APP), Sudi Rustanto, Selasa (19/01/2021).

“Dalam kondisi pandemi Covid19 ini, masyarakat perberasan Pati semakin terpuruk” ucap Sudi Rustanto.

Diakuinya, beras asal Pati tidak maksimal terserap di pasaran. Padahal proses penggilingannya sudah menggunakan mesin yang modern.

“Beras dari Pati tidak mampu jika dilempar ke pasar Jakarta karena biaya operasional dan transportasi, maka jatuhnya bisa mencapai Rp 9.200 per kilogram. Sedang harga beras di Jakarta hanya berkisar Rp 9.000,” tutur Sudi Rustanto.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengungkapkan ke Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, jika di pasar Jakarta didapatkan penjualan beras impor dari Vietnam dibanderol Rp 9.000 per kilogram. “Impor beras tersebut akan mengancam petani lokal, karena berpotensi mengganggu harga beras dalam negeri,” ujarnya.

Berdasarkan data Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) sebanyak 300 ton beras impor asal Vietnam masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI