Susah Didapat Petani, Pupuk di Kudus Diselewengkan?

KUDUS, KRJOGJA.com – Bupati Kudus memberikan perhatian khusus terhadap keluhan para petani di wilayah Kecamatan Undaan yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk urea dan super phospat 36 (SP 36) bersubsidi. Persoalan segera diatasi setelah digelar rapat koordinasi  instansi terkait. Bahkan bupati langsung turun tangan melakukan pengecekan di lapangan.

Sedikitnya masih terdapat  sekitar 700 ton pupuk urea bersubsidi untuk kebutuhan musim tanam pertama (MT I) hingga Desember 2018 yang belum disalurkan pihak distributor. “Kami menduga distributornya nakal dengan memberitakan pupuk sudah habis, sehingga tidak mengirim pasokan ke sejumlah kios pengecer,” ujar Bupati HM Tamzil, Rabu (7/11/2018).   

Stok pupuk untuk kebutuhan petani di Kudus sepanjang musim tanam tahun 2018 mencapai 7.044 ton, dan rencana alokasi ditambah hingga mencapai 11.400 ton. Dari jumlah itu, alokasi untuk wilayah Kecamatan Undaan mencapai 2.217 ton.

Persoalan pupuk menurutnya sangat sensitif. Penegasan itu disampaikan kepada vseluruh kepala desa di Kudus saat berlangsung rapat koordinasi di pendopo belakang Kabupaten Kudus. “Kami akan blacklist  distributor nakal, dan tahun depan untuk penyaluran pupuk kami serahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ungkapnya.

Berdasar pantauan di lapangan, hingga Rabu kemarin stok pupuk khususnya urea bersubsidi masih kosong. Hal itu disampaikan salah seorang pengecer kios pupuk lengkap (KPL) Undaan Tengah, Suwoko dan petani setempat, Akrab. Mereka berharap, kelangkaan pupuk dapat segera diatasi.

“Sampai hari ini (kemarin,red) kami belum bisa menyediakan pupuk urea bersubsidi, tetapi untuk SP 36 kami masih memiliki stok sekitar lima kuintal,” kata Suwoko. (Trq)

BERITA REKOMENDASI