Tatag Prayoga, Bocah Godean Raih Beasiswa PB Djarum

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS, KRJOGJA.com – Kegagalan adalah guru terbaik. Prinsip itu dipegang Tatag Prayoga Herlambang (11), atlet belia bulutangkis asal Godean Sleman DIY. Pebulutangkis Kelas V SD Negeri Sidomoyo, Kecamatan Godean, Sleman itu mengaku terus mendapatkan motivasi ayahnya agar tidak pantang menyerah karena kegagalan bukanlah akhir segalanya.

Berkat ketekunan, sema-ngat dan kegigihan, apa yang diperjuangkan berbuah manis. Tatag baru saja memetik hasil dari kerja kerasnya mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang diikuti peserta dari Aceh hingga Papua. Tatag termasuk satu dari18 pemain yang mendapatkan beasiswa dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum yang bermarkas di Kudus. Ini adalah audisi bulu-tangkis kali kelima yang diikutinya. Tiga kali audisi pertama tidak lolos screening, baru audisi 2018 meraih super tiket final meski kemudian tersingkir. Pada Audisi Umum Bulutangkis 2019 ini, Tatag kembali meraih super tiket final di audisi Solo Raya, berlanjut ke tahap grand final dan lolos ke fase karantina.

Selama sepekan sejak 23 November lalu, Tatag dan 54 peserta audisi lain yang masuk fase karantina, disaring lagi sebelum para pelatih PB Djarum menentukan siapa saja yang berhak meraih beasiswa. Hasil observasi pelatih, Tatag memenuhi kriteria sebagai pemain yang memiliki kelebihan skill, fisik dan daya juang tinggi. "Alhamdulillah, audisi bulutangkis kali ini beasiswa PB Djarum berhasil saya raih," ucap Tatag, pemain  kelahiran  20  Februari 2008 itu, Minggu (1/12).

Keharuan tampak begitu jelas pada wajahkedua orangtua Tatag, ayahnya Herlambang (44) dan ibunya Triwarni (37) saat mengetahui anaknya berhasil meraih Beasiswa PB Djarum saat pengumuman di GOR Djarum, Jati,Kudus, Sabtu (30/11).

Tatag belajar bulutangkis sejak usia limatahun di Klub Pancing Sembada Sleman, dan kebetulan Herlambang sendiri sebagai pelatihnya. "Kami terus gembleng agar menjadi pemain bermental juara," katanya. Pancing Sembada telah mengantarkan empat pemain meraih beasiswa ke PB Djarum. Pertama Hayom Rumbaka, kemudian Lisa Ayu Kusumawati, dan RR Widya Aninditya.

Widya, pemain yang meraih beasiswa padaaudisi 2017, belum lama ini menunjukkan kiprahnya menjadi Juara I Bulutangkis Kelompok Pemula Sirna Primer di Madiun. "Tahun 2019 ini giliran Tatag kami antar meraih Beasiswa PB Djarum setelah lolos audisi diSolo Raya," terang Herlambang.

Berbagai pesan datang dari mantan JuaraBulutangkis Dunia asal Indonesia. Salah satupemain ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir yang sering dipanggil Butet, meminta para atlet peraih beasiswa agar terus memotivasi diri untuk menjadi yang terbaik. Jangan gampang  menyerah dalam sebuah  pertandingan meski akhirnya kalah.

"Menyerah itu memalukan," tegasnya.

Manajer PB Djarum Fung Permadi berpesan kepada seluruh pemain yang baru saja bergabung di PB Djarum agar tidak berpuasdiri, karena sesungguhnya perjalanan menjadi juara baru saja dimulai. (KR)

 

 

BERITA REKOMENDASI