Tekan Kebocoran Retribusi Parkir, Kudus Bentuk Tim Siluman

KUDUS, KRJOGJA.com – Penerimaan Pendapatan Asli daerah (PAD) dari sektor parkir dalam beberapa tahun terakhir sangat minim dan mengecewakan. Realisasinya jauh dari target, membuat Plt Bupati Kudus harus turun tangan untuk membedah persoalan retribusi parkir yang diduga terjadi kebocoran. Terutama yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, diminta dibenahi untuk optimalisasi pendapatan.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan pengujian sejumlah titik untuk mengetahui seberapa potensi pendapatan yang dapat digali dari retribusi parkir. Selama ini setoran retribusi yang diserahkan juru parkir sangat minim, hanya sekitar 10 persen dari pendapatan setiap harinya.

Dicontohkan, lokasi parkir yang dinilai memiliki potensi pendapatan besar di kawasan Sport Center Wergu Wetan Kudus, hanya dibebani target setoran Rp 25 ribu. Padahal di tempat itu terdapat 15 juru parkir, artinya setiap orang hanya dibebani target kurang dari Rp 2 ribu per hari. Besaran pemasukan sangat tidak masuk akal, karena jumlah kendaraan parkir sangat banyak. 

Hal sama terjadi di sejumlah titik parkir tepi jalan umum. Setelah dilakukan uji potensi nanti, juru parkir diminta meningkatkan setorannya minimal 50 persen dari pendapatan setiap harinya. “Untuk menekan kebocoran, kami akan menerjunkan tim siluman untuk melakukan pemantauan,” ujar Hartopo, Rabu (29/1/2020).

Tahun 2019 lalu, target retribusi pengelolaan parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir sebesar Rp 4.596 miliar. Namun realisasinya hanya sekitar 30 persen atau sekitar Rp 1,379 miliar. Tahun ini, Pemkab Kudus menaikkan target penerimaan restribusi parkir menjadi sebesar Rp 8,884 miliar, atau naik lebih dari 93 persen. Terdiri dari target tempat khusus parkir Rp 4,221 miliar dan parkir tepi jalan umum Rp 4,663 miliar.

Kepala Dishub Kudus mengakui, target penerimaan parkir tahun 2020 berlipat dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu pihaknya tetap berupaya merealisasikan. Pengelolaan parkir akan diperketat untuk menekan kebocoran sekaligus mengoptimalkan pendapatan.

Di Kudus saat ini terdapat 27 ruas layanan parkir tepi jalan umum dengan 270 titik yang dijaga juru parkir. Selain itu terdapat tempat parkir khusus, yaitu Mal Ramayana, Pangkalan Truk Klaling Jekulo, Terminal Bakalan Krapyak dan lapangan parkir Jati Wetan. “Jumlah titik parkir kita tambah, dari sekitar 140 titik menjadi 170 titik parkir,” jelasnya.(Trq)

BERITA REKOMENDASI