Tidak Sesuai Spek, Ratusan Titik Jalan Dibongkar

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupeten Kendal menunjukan kualitas prima untuk pengerjaan infrastruktur jalan khususnya jalan cor beton. DPU PR juga tidak main-main dengan kualitas beton dan senantiasa memastikan untuk hasil terbaik.

Demi memperoleh hasil maksimal, setidaknya empat ruas jalan yang kualitas betonnya tidak sesuai sehingga mengalami keretakan langsung dibongkar. Keempat ruas jalan tersebut diantaranya di Jalan Rejosari-Turunrejo Kecamatan Brangsong Desa Tambaksari – Desa Tratemulyo Kecamatan Seleri, Kecamatan Patebon – Kecamatan Pegandon dan Putat Kecamatan Kendal – Kecamatan Pegandon.

Keempat ruas jalan tersebut ada beberapa titik yang dibongkar  atau direjek karena terjadi keretakan. Kepala DPU PR Kabupaten Kendal Sugiono menegaskan meski hanya serabut namun ada keretakan pihaknya langsung minta dibongkar. Hal ini untuk menjaga kualitas dari peningkata jalan yang dikerjakan khususnya cor beton.

“Kalau jumlah titik yang dibongkar atau direjek banyak, kami tidak perlu sebutkan namun untuk ruasnya ada 4 ruas jalan yang saat ini sedang dilakukan proyek peningkatan jalan,” ujar Sugiono kepada KRJOGJA.com, Jumat (22/11/2018).

Meskipun ada masa pemerliharaan namun Sugiono harus memastikan jika saat pekerjaan selesai dan serah terima pekerjaan dalam kondisi sempurna. Dalam perjanjian terdapat klausul yang mengatakan saat serah terima pekerjaan proyek yang sudah selesai harus dalam kondisi sempurna.

“Selain itu selama satu tahun rekanan atau pemborong harus melakukan tahapan perawatan sehingga jika ada kerusakan di tenang waktu tersebut, mereka harus melakukan perbaikan. Rekanan meninggalkan jaminan berupa dana sebesar 5 persen dari nilai proyek untuk perbaikan selama masa pemeliharaan,” lanjutnya.

Faktor terjadinya keretakan menurut Sugiono adalah karena kondisi jalan pantura saat pengerjaan sering macet sehingga berpengaruh terhadap pengiriman material cor. Material cor  sebelum dikirim dilakukan setting time atau pengesetan waktu dari pabrik hingga lokasi.

Apabila ada kemacetan di jalan yang mengakibatkan perpanjangan waktu dari waktu standar maka materian cor akan mengalami perubahan. “Jika waktu yang diberikan melebihi maka daya rekat semen pada material cor akan berkurang sehingga sangat berpotensi retak,” jelasnya.

Lebih dari separuh jalan yang rusak di Kabupaten Kendal saat ini untuk peningkatan jalanya menggunakan beton, bukan aspal. Namun demikian kondisi tersebut sangat tergantung dari kondisi jalan sebelumnya.

Apabila jalan lama ada penurunan permukaan atau amblas maka jalan tersebut harus di beton. Akan tetapi jika sebelumnya tidak mengalami pergeseran atau penurunan permukaan maka cukup dilakukan pengaspalan jalan.

Betonisasi jalan menurut Sugiono memang mahal karena per kilometer biayanya bisa mencapai Rp 2,5 miliar sampai Rp 3,5 miliar tergantung lebar jalan. Namun dari sisi kualitas dan keawetannya jalan beton baru dilakuakn pemerliharaan setelah berumu 20 tahun yang merupakan umur rencana beton.

Sejak periode Bupati Kendal Mirna Annisa sudah dilakukan perbaikan jalan sepanjang 220 km dan saat ini masih ada 220 km lagi yang harus dituntaskan. Tidak sedikit dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal untuk peningkatan jalan.

Tahun 2016 dana yang digunakan untuk perbaikan jalan sebesar Rp 26 miliar, tahun 2017 sebesar Rp 101,4 miliar, tahun 2018 sebesar Rp. 85,3 miliar dan tahun 2019 nanti direncanakan Rp. 56,1 miliar. Untuk beberapa ruas jalan yang belum tersentuh seperti beberapa ruas jalan di Kabupaten Kendal bagian atas karena jalan-jalan tersebut panjang lebih dari 10 km.

“Apabilan jalan yang panjang seperti di Sukorejo dan sekitarnya dengan menggunakan dana dari APBD tidak mencukupi pasalnya setiap titik baru bisa dikerjakan 2-3 km sementara panjang jalan lebih dari 10 km sehingga tidak terlihat jika menggunakan dana APBD yang hanya mampu mengerjakan jalan-jalan pendek,” tukasnya. (Ung)

BERITA REKOMENDASI