TP4D Kejati Jateng Tinjau Proyek Pasar Rakyat

Editor: KRjogja/Gus

 

KUDUS, KRJOGJA.com – Wakil Bupati Kudus bersama Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dan Wakil Bupati Kudus Hartopo, Rabu (26/12) siang melakukan inspeksi proyek publik Pasar Rakyat di Desa Wergu Wetan Kecamatan Jati. Bangunan pasar dengan luas bangunan 55 x 25 meter per segi itu, menyatu dan berada di belakang Pasar Baru Wergu Wetan. Pelaksanaan kegiatan sesuai kontra dimulai 21 Oktober dan berakhir 30 Desember 2018.

Proyek Pasar Rakyat Kudus dibiayai dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan senilai Rp 5,57 miliar. “Closing pekerjaan sebenarnya tanggal 21 Desember, tetapi karena ada izin dari Pak Menteri maka ada tambahan waktu hingga 30 Desember 2018,” ujar Wakil Bupati Kudus, Hartopo.

Pihaknya meminta rekanan tidak memburu percepatan dalam penuntasan pembangunan pasar yang tinggal empat hari lagi. Agar kualitas bangunan tetap terjaga, rekanan disarankan agar menambah tenaga kerja, sehingga penyelesaian kegiatan lebih terukur dan tidak asal- asalan.

“Jangan sampai selesai perawatan enam bulan, keramik ada yang lepas dan pengguna yang kemudian memperbaiki,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Sub Tim E TP4D Kejati Jawa Tengah, Dadang Djafar. Dia meyakini pembangunan Pasar Rakyat rampung sesuai waktu yang telah ditentukan, tanpa mengabaikan kualitas. “Saat ini tinggal penyelesaian akhir,” ungkapnya.

Sementara, Direktur PT Yoga Jaya Perkasa Yuli Setiawan menyatakan, progres pelaksanaan pembangunan Pasar Rakyat mencapai 95 persen, atau sesuai tahapan perencanaan. Untuk mengejar waktu penyelesaian, dilakukan lembur dengan 150 orang tenaga kerja.

“Kami telah merancang tahapan agar pekerjaan rampung tepat waktu,” terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Rakyat, Andy Iman Santosa menambahkan, pembangunan pasar ini merupakan pengembangan Pasar Baru Wergu Wetan. Pasar Rakyat ini memiliki 35 kios kelontong, dan 207 los untuk pedagang daging, sayur dan lainnya. Selain itu, telah dilakukan revitalisasi penyempurnaan  pasar  dengan pembuatan pagar keliling dan saluran senilai Rp 3,251 miliar.

Sebelumnya, Pasar Baru memiliki sekitar 126 kios, serta ratusan los dan tempat dasaran, ditempati lebih dari 700 pedagang. Pasar Baru Wergu Wetan yang dibangun mulai tahun 2016 dengan nilai mencapai Rp 27 miliar itu, kini menjadi salah satu pusat perbelanjaan tradisional terbesar  di wilayah Pantura Timur.—(Trq)–

Wakil Bupati Kudus, Hartopo, meminta rekanan (kanan) menjaga kualitas hasil kegiatan saat melakukan sidak pembangunan Pasar Rakyat di komplek Pasar Baru Wergu Wetan Kudus, Rabu (26/12) (Mc. Thoriq)

BERITA REKOMENDASI