Tradisi Meron Sukolilo, Kirab Gunungan Mirip Sekaten

PATI, KRJOGJA.com – Puluhan ribu orang menyaksikan Meron di Sukolilo, Pati. Warga berebut 14 gunungan dan ronce yang sebelumnya diarak keliling desa. Selain itu, warga juga dihibur karnaval drumband yang melibatkan 1500 pelajar, Senin (11/11/2019). 

Meron merupakan tradisi warga Sukolilo untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ritual Meron mirip seperti yang dilakukan perayaan Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta. 

Kepala Desa Sukolilo, Muhammad Jumaedi mengatakan, kedua tradisi tersebut tidak jauh berbeda. “Tradisi Meron sudah berlangsung  ratusan tahun yang lalu. Tradisi Meron sebagai bentuk syukur warga Sukolilo atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan,” ujarnya. 

Bupati Pati, H Haryanto menyatakan, tradisi Meron merupakan agenda tahunan yang senantiasa menarik perhatian masyarakat. "Karena mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menegakkan agama Islam," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen berharap gaung tradisi Meron Sukolilo bisa mendunia. Karena, Meron adalah warisan Kraton Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta. 

Menurut Gus Yasin, tradisi Meron diawali para pendekar dua kerajaan yang kebetulan berkunjung ke Sukolilo. Sehingga sempat menularkan banyak kesenian dan tradisi. "Di Sukolilo namanya Meron. Namun kalau sekaten, itu milik Ngayogyakarta dan Surakarta,” katanya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI