Tradisi Weh-Wehan yang Tidak Lekang Oleh Zaman

KENDAL, KRJOGJA.com – Pandemi tidak berarti menurunkan acara tradisi yang sudah ada turun temurun menyambut Maulid Nabi. Tradisi yang hanya ada di Kaliwungu Kendal ini seakan tidak pernah lekang oleh zaman. Bahkan kehadirannya selalu dinantikan warga karena kecintaan dengan Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun tradisi weh-wehan atau ketuwin ini menjadi ajang untuk saling bertukar makanan dan berbagi kepada sesama.

Sebagian masyarakat Kaliwungu menyebutnya merayakan Maulud Nabi sama dengan memperingati lebaran Idul Fitri dan lebaran Idul Adha. Anak-anak bersuka cita dengan pakaian baru berkeliling kampung, membawa makanan untuk dibagikan kepada tetangga.

Hampir setiap gang dan kampung di Kecamatan Kaliwungu meriah dengan aneka jajanan dan lampu hias di sekitar rumah warga. Tradisi weh-wehan sendiri awalnya berkembang di dua desa yakni Krajan Kulon dan Kutoharjo yang berdekatan dengan Masjid Agung Al Muttaqin Kaliwungu.

Tradisi saling berbagi atau dalam bahasa jawanya weh-wehan atau saling memberi warga menyiapkan makanan didepan rumah. Meja-meja berderet sepanjang jalan kampung, menunggu mereka saling bertukar jajanan.

BERITA REKOMENDASI