Tuduh Anggota DPRD Memeras, Pengacara Karaoke Dipolisikan

KUDUS, KRJOGJA.com – Sembilan Pengurus Anak Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PAC PDIP) Kabupaten Kudus melaporkan Ramdan Alamsyah, pengacara ternama asal Jakarta selaku kuasa hukum Asosiasi Pengusaha Restoran dan Hiburan Karaoke Kudus (Asprehikas) ke Polres setempat, Senin (27/03/2017). 

Satu bendel berkas laporan diserahkan Ketua PAC Kecamatan Gebog Farid Gozali kepada Kasi Umum Polres Kudus Ipda Hartati. Laporan dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran, serta terkait masalah informasi dan transaksi elektronik (ITE) selanjutnya akan diteruskan ke satuan berwenang. Inti dari laporan tersebut, mereka tidak menerimakan adanya tuduhan anggota DPRD dan pejabat pemkab telah meminta sejumlah uang kepada pengusaha karaoke di Kudus.

Tuduhan itu telah menimbulkan implikasi negatif terhadap pelapor yang memiliki wakil di DPRD dari Fraksi PDIP. “Tuduhan pengusaha karaoke dijadikan sapi perah merupakan perbuatan fitnah dan mencemarkan nama baik. Hasil klarifikasi kami terhadap seluruh anggota PDIP yang ada di DPRD tidak ada yang terlibat,” ujar Farid.

Ketua PAC Kecamatan Dawe Kudus, Sriyanto menantang pihak terlapor berani membeberkan anggota DPRD yang telah mendapat setoran pengusaha karaoke. Pihaknya juga mendesak Polres Kudus melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal untuk melakukan proses hukum terhadap terlapor.

Seperti diberitakan, Kuasa Hukum Asprehikas Ramdan Alamsyah, Senin (23/01/2017) mendatangi Gedung DPRD untuk melakukan hearing dan meminta anggota legislatif setempat merevisi Perda No. 10 Tahun 2015 tentang Karaoke, karena bertentangan dengan peraturan lain di atasnya. Persoalan muncul setelah pengacara itu menyebut adanya dugaan pengusaha karaoke dijadikan sapi perah oleh oknum anggota DPRD dan pejabat Pemkab Kudus. (Trq)

BERITA REKOMENDASI