Warga Bantaran Bengawan Silogonggo Cemaskan Banjir

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KRJOGJA.Com – Pemberitaan masalah banjir di Jakarta, ternyata berdampak di daerah. Warga di Pati, khususnya Juwana berdoa supaya musibah tersebut tidak terjadi di daerahnya. Ramalan cuaca dari BMKG menyatakan tanggal 5 hingga 10 Januari 2020 intensitas hujan tergolong tinggi di wilayah Sumatra dan Jawa.

 

Sebagaimana diketahui, kawasan Juwana, Jakenan, dan Gabus selalu menjadi sasaran banjir jika musim hujan. Hal tersebut disebabkan membludaknya bengawan Silogonggo yang menjadi aliran air dari Kudus, Demak dan Grobogan.

Untuk persiapan jika sampai terjadi banjir, beberapa Juwana, saat ini sudah ada yang menitipkan kendaraan di tempat yang aman. Termasuk juga menitipkan benda berharga lainya, seperti ijasah, perhiasan atau sertifikat tanah.

Warga berharap adanya info perkembangan yang cukup cuaca ekstrim di musim hujan. Serta ingin mengetahui bagaimana cara melaporkan jika sampai terjadi bencana di daerahnya.

Akibat hujan dan angin besar, menyebabkan tumbangnya empat tiang listrik di daerah PTPN IX, Sabtu (4/1) dinihari. TKP berada di jalan desa Puncel kecamatan Dukuhseti, yang menghubungkan dukuh Ngarengan.

"Warga tidak berani lewat. Karena kawat listrik memercikan bunga api yang cukup besar" ucap Kamituwa Ngarengan, Moch Niam.

Plt Kepala BPBD Pati, Hadi Sutrisno mengaku sudah menghubungi pihak PLN untuk melakukan penanganan empat tiang listrik yang roboh di hutan Ngarengan.

Sementara itu,  hujan deras yang terus mengguyur, mengakibatkan jebolnya tanggul sungai desa Koripandriyo Kecamatan Gabus. Sehingga menyebabkan teredamnya tanaman padi.

Warga Koripandriyo bersama puluhan anggota Koramil dan Polsek Gabus mengadakan gotongroyong untuk melakukan perbaikan tanggul yang jebol sampai 5 meter.

Warga desa  Sugiharjo kecamatan Pati kota, dan Kadilangu kecamatan Trangkil juga melakukan pembersihan sejumlah anak sungai. Dengan dibantu aparat TNI dan Polri, mereka mengangkut sampah yang menyumpal di gorong-gorong.

"Kami tidak ingin ada kejadian bencana banjir. Maka perlu pembersihan anak sungai" ucap warga Winong, AB Purwanto. (Cuk)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI