Warga Mulai Gelar Hajatan Meski Covid-19 Belum Mereda

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KR Jogja.com – Meski penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mengatur penanganan Covid19 belum dicabut, namun warga mulai berani menggelar pesta hajatan nikah atau sunatan. Selain memasang sound system berkekuatan ribuan watt, pesta hajatan juga mengundang tamu secara bebas.

Dari catatan wartawan, setelah tidak ada pesta hajatan secara terbuka selama setahun terakhir ini, ternyata mulai terjadi gelaran hajatan di semua pelosok kabupaten Pati. Hanya saja, dalam undangan yang diedarkan tetap ditulis sesuai prokes. Salasatunya, seorang pejabat penting di Pati, belum lama ini, menggelar pesta hajatan (pengantin) secara besar-besaran di sebuah gedung milik pemerintah.

“Covid-19 mungkin masih ada. Maka tamu wajib pakai masker” ujar warga yang ditemui di beberapa tempat.

Selama gelaran pesta juga tidak ada lagi kejadian penghentian oleh petugas. Sehingga warga mengira jika “duwe gawe” (hajatan) sekarang tidak larang.

Seniman Wedarijaksa, Webek meminta agar pemerintah segera membuka ijin pentas hiburan. “Sehingga seniman bisa mendapat penghasilan. Karena, kami tidak bisa manggung selama 1 tahun” ujarnya, Rabu (17/3).

Penggiat sosial Pati, Alman Eko Darmo mengingatkan jika jumlah pemakaman dengan standar Covid19, mulai menurun. “Pada Januari ada 128 kasus. Tetapi mulai Febuari sampai pertengahan Maret ini, memang terjadi penurunan yang drastis” ujarnya.

“Dalam sepekan, sekarang hanya terjadi 2 sampai 4 kasus saja” tambah Alman Eko Darmo. (Cuk)

 

BERITA REKOMENDASI