Warga Terdampak Kekeringan Minta Bantuan Air Bersih

PATI KRJOGJA.com -Warga kabupaten Pati bagian selatan, mulai menjerit minta diberikan bantuan air bersih. Menyusul  hilangnya sumber air sumur di musim kemarau ini.

Hingga akhir bulan September ini, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Pati, mencatat setidaknya 88 desa mengalami bencana kekeringan dan krisis air bersih. 

Seorang penggiat aksi kemanusiaan di Pati, Jusro C mengatakan, bahwa berdasar data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, maka musim kemarau tahun 2019 diperkirakan 20 hari lebih panjang dibandingkan tahun lalu. 

"Beberapa wilayah di Jawa Tengah, bahkan baru akan mengalami hujan pada minggu kedua bulan Desember mendatang" ujarnya, Minggu (29/9).

Kades Bungasrejo kecamatan Jakenan, Jani Prasetyo SH menulis di medsos, minta pertolongan perlunya bantuan air bersih untuk dikirim ke wilayah Pati bagian selatan. 

Dari cuitan tersebut, langsung diperhatikan komunitas Juwana Comunity Club (JCC), yang kemudian menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau 2019 ini. "Kami langsung kirim bantuan 50 tangki air bersih” kata koordinator JCC, Sudi Rustanto.

Selain dikirim ke desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, tambahnya, JCC juga akan mengirim bantuan air bersih ke Desa Kletek, Sarimulyo dan Desa Karangrejo kecamatan Pucakwangi. 

Bantuan air bersih juga dilakukan Polres Pati. Dengan bekerjasama PMII dilakukan pengedropan air bersih ke Desa Ngastorejo,  Desa Kedungmulyo menggunakan 1 unit KBM AWC (Water Canon) dan 1 tangki air berisi 5000 liter, dan ke Desa Karangrejo Lor kecamatan Jakenan.  ( Cuk )

 

BERITA REKOMENDASI