Wayang Bengkong Terancam Punah

SENI tradisional atau adat ciri khas Lasem Kabupaten Rembang masih banyak yang perlu digali,diperkenalkan kepada generasi muda,sekaligus dicarikan solusi untuk pelestariannya. Salah satu kesenian tradisional dalam jagad pewayangan (seni tradisional wayang) adalah 'Wayang Bengkong' yang ternyata pernah mengalami masa kejayaan namun terancam punah.

Dibutuhkan kepedulian semua pihak untuk ikut peduli guna melestarikan kebudayaan peninggalan nenek moyang tersebut, dengan cara sering ditampilkan agar dikenal dan dicintai warga kabupaten Rembang. Selain Wayang Bengkong, kesenian tradisional yang terancam punah adalahwayang pesisiran. Demikian disampaikan oleh Ernantoro (45) Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem,Kabupaten Rembang belum lama ini.

Menurut Ernantoro wayang bengkong diketahui berasal dari Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Rembang yang saat berjaya dahulu kala pernah menjadi tontonan wajib saat warga mengadakan hajat sedekah bumi (bersih desa,Red), pernikahan dan khitanan. Kesenian tradisional Wayang bengkong tersebut menurut sejumlah orang tua di Kecamatan Lasem dimainkan hanya oleh tiga orang masing-masing memerankan tokoh bernama 'Mbah Bengkong', 'Bagus Panji' serta tokoh wanita  bernama 'Sri' diiringiirama gamelan pengiring berasal dari mulut pemain. "Selain untuk menghibur juga ditujukan sebagai wahana  mengajak semua pihak yang peduli terhadap kesenian tradisional agar ada yang mau berpartisipasi melestarikannya," jelas Ernantoro.

Dia menambahkan masalah utama terkait pelestarian berbagai kesenian tradisional di berbagai daerah adalah kian pesatnya kemajuan teknologi informatika dan kemajuan digital. Ditambah kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional daerah setempat. Dengan kondisi tersebut,tentu semua pihak,stake holder dan tentu saja Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebuayaan setempat diminta turun tangan, agar  mengangkat kembali kesenian tradisional  agar tak punah. (agus sutomo).

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI