Yogyakarta Ajak Pekalongan Promosikan Batik ke Dunia

Editor: Ivan Aditya

PEKALONGAN, KRJOGJA.com – Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia mengajak seluruh kota-kota batik di Indonesia untuk mempromosikan batik milik Indonesia kepada dunia. Batik ini merupakan wujud diplomasi budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan bersama-sama.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY GKR Hemas mengatakan kota-kota batik yang ada di Indonesia harus bisa saling mengisi bersama-sama mengembangkan batik khususya Yogyakarta yang mendapatkan predikat Kota Batik Dunia dari World Craft Council (WWC) pada  2014 lalu. Predikat tersebut merupakan sesuatu yang tidak mudah,  mahal dan harus dipertanggungjawabkan.

Baca juga :

Dekranasda DIY Gelar Roadshow di Sejumlah Kota Batik

Yan Yan Sunarya Raih 'Doktor Batik Sunda' dari ITB

"Kami mengajak semua kota-kota batik yang mempunyai inovasi batik dan tetap mempertahankan batik adalah betul-betul milik Indonesia. Saya sangat mengagumi kreativitas baik itu pemasaran maupun inovasi yang dilakukan Pekalongan. Tidak ada yang tidak kenal Pekalongan sebagai kota batik yang terkenal di Indonesia," tutur GKR Hemas dalam Roadshow dan FGD Pengembangan Batik Dalam Rangka Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 di Hotel Santika Pekalongan, Selasa (17/07/2018).

GKR Hemas menyampaikan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia mempunyai tanggungjawab bersama-sama dengan beberapa kota batik lainnya untuk mempertahankan batik dunia bukan hanya bagi Yogyakarta tetapi bagi Indonesia di tahun terakhir menyandang predikat tersebut.

"Kami mengajak semua kota batik bisa bersama-sama melestarikan dan mengembangkan kerajinan,  khususnya seni kerajinan batik sebagai aset bangsa. Kita ketahui seni kerajinan batik di Indonesia tersebut telah banyak berkembang dan tersebar di berbagai daerah," imbuhnya.

Batik merupakan seni kerajinan yang lahir dan tumbuh dengan latar belakang budaya Indonesia, sehingga Yogyakarta sebagai salah satu kota batik bersama daerah lainnya harus mengenalkan batik ke dunia. Predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia mempunyai keuntungan juga bagi kota-kota batik lainnya di Indonesia karena akan memperkenalkan kepada internasional akan keragaman seni kerajinan batik dengan berbagai corak dan filosofi budaya di Indonesia.

“Tidak hanya sekadar mempromosikan,  regenasi batik juga sangat penting bagi keberlangsungan dan kelestarian batik di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri batik mempunyai potensi yang luar biasa bagi perekonomian masyarakat," imbuh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana.

Ketua Panitia JIBB 2018 Tazbir Abdullah didampingi panitia Afif Syakur menambahkan dunia telah mengakui batik tidak hanya sekedar komiditas ekonomi tetapi juga komoditas budaya. Sebagai komoditas diplomosi,  Yogyakarta diharapkan bisa menjadi pintu gerbang batik di Indonesia.

"Kami berkeinginan akan ada trensetter batik untuk tunjukan pada dunia melalui ajang JIBB 2018. Kita mengajak kota-kota sentra batik strategis bisa ikut serta dalam JIBB 2018 yang dipusatkan di Kawasan Titik Nol Kilomer Yogyakarta nantinya," ujarnya.

Walikota Pekalongan Saelany Machfudz menyampaikan sebagai salah satu kota batik di Indonesia, Kota Pekalongan tidak pernah berhenti berkreasi dan berinovasi budaya berbasis nilai-nilai religiusitas. Selain mempunyai sejumlah sentra batik unggulan seperti Kampung Kauman, Pesindon dan sebagainya, Pekalongan memiliki 861 UKM batik. Keseriusan Pekalongan mempromosikan batik antara lain diwujudkan dalam Pekalongan Batik Night Market yang buka 24 jam.

"Kami berharap kerjasama antar kota batk di Indonesia ini akan semakin memberikan pemahaman tentang batik. Kami juga berupaya terus melestarikan dan meningkatkan citra batik melalui berbagai kegiatan sebab bagi Pekalongan bukan hanya sebagai warisan budaya tetapi sudah menjadi tradisi dan industri" paparnya.

Batiklah yang selama ini menjadi penopang perekonomian Kota Pekalongan sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat. Batik di Pekalongan masih sebagian besar berupa industri rumahan, dilengkapi dengan inovasi termasuk didalamnya pelestarian batik.

Sebelumnya rombongan roadshow JIBB 2018 yang terdiri Panitia JIBB, pengurus Dekranasda DIY, Disperindag DIY, perwakilan akademisi dan paguyuban pecinta batik Sekar Jagat telah mengunungi Rembang. Setelah Pekalongan, roadshow ini akan dilanjutkan ke Madura dan Cirebon. (Ira)

BERITA REKOMENDASI