1.000 Ekor Sapi Grobogan Diasuransikan

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan mentargetkan 1.000 ekor sapi lokal di daerah itu ikut asuransi. Tujuannya agar peternak atau petani setempat mendapat perlindungan dan jaminan dalam bentuk ganti rugi jika terjadi kematian karena penyakit, kecelakaan, beranak atau hilang akibat aksi pencurian.

“Program asuransi usaha ternak sapi (AURS) di Grobogan cukup mendapat perhatian peternak dan petani. Tahun 2017 lalu, misalnya, ada sekitar 500 ekor sapi yang diasuransikan di PT Jasindo. Pada tahun 2018, kami targetkan ada 1.000 ekor yang ikut asuransi,” ujar Kepala Disnakkan Grobogan drh H Riyanto MM, di sela-sela memantau Ekspo Peternakan dan Perikanan  di komplek Kantor Disnakkan, Senin (08/10/2018).

Disebutkan, populasi sapi potong lokal di Grobogan saat ini mencapai sekitar 180.000 ekor atau terbesar kedua di Jateng setelah Blora. Dengan populasi sapi sebanyak itu, pihaknya menganjurkan agar peternak dan petani mengasuranskan sapinya. Tujuannya untuk mengurangi resiko jika terjadi kematian.

“Besarnya premi yang harus dibayar Rp 200 ribu perekor pertahun. Namun peternak dan petani cukup membayar Rp 40 ribu atau 20 persen karena pemerintah mensubsidi 80 persen atau Rp 160 ribu. Peserta asuransi akan mendapatkan biaya pertanggungan sebesar Rp 10 juta perekor,” ungkap Riyanto.

Sehari sebelumnya, saat membuka Ekspo Ternak, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni SH MM menegaskan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya menuju swasembada protein hewani. Upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan produksi dan reproduktivitas ternak.

“Grobogan mendapat dukungan dari Kementerian Petanian melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Yakni, dengan mengalokasikan kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Melalui program ini, diharapkan 83 persen sapi betina produktif akan bisa bunting dan melahirkan pedet sapi. Hingga Agustus 2018, program UPSUS SIWAB melalui Inseminasi Buatan (IB) gratis tesebut sudah mencapai target 96.600 akseptor sapi,” ungkapnya. (Tas)

 

BERITA REKOMENDASI