1.468 Kader PKS Tak Diberi Makan 3 Hari

SEMARANG KRJOGJA.com – 1.468 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) digembleng survival di kawasan Pantai Laguna Desa Lemburpurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen selama tiga hari, Jumat (6/10/2017) hingga Minggu (8/10/2017). Kegiatan tersebut dikemas dalam Kemah Bakti Nusantara (Kembara) Menengah I Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah.

Ketua Panitia Kembara Amir Darmanto mengatakan bahwa yang cukup unik adalah ribuan kader tersebut membuat koreografi 1000 bendera merah putih di sepanjang Pantai Laguna sebagai bentuk komitmen cinta tanah air Indonesia.

“Mereka diajak untuk melakukan mozaik PKS cinta NKRI dan pembentangan bendera 1,5 km Merah Putih di sepanjang pantai Laguna, 1000 bendera dibentuk dari mozaik manusia bertuliskan PKS Love NKRI dikelilingi border yang mengelilingi tulisan itu, tiga lapis berbaris manusia, salah satunya Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi, ” jelas Amir Darmanto, dalam keterangan persnya, Senin (9/10/2017).

Tak hanya itu, Amir mengatakan bahwa di tengah gerimis dan guyuran musim hujan, 1468 peserta Kembara tersebut diwajibkan untuk melakukan survival selama proses Kembara.

“Mereka tidak diberikan makan dari panitia selama Kembara, hanya dibekali peralatan survival, seperti alat pancing dan lain sebagainya untuk mencari makan dari hasil bumi, namun di akhir acara mereka kami hadiahi juga dengan singkong rebus dan beragam hasil bumi lainnya,” ujarnya.

Amir menuturkan bahwa pendidikan mental dan fisik kader PKS tersebut melibatkan TNI dan Polri. Tujuannya membentuk pribadi yang cinta tanah air, bela negara dan memiliki kepekaan dan kepedulian sosial terhadap sesama. Para kader inilah yang nantinya menjadi kader kesiap-siagaan, terutama dalam penanganan bencana yang sering terjadi di Jateng.

Sementara Ketua DPW PKS Jateng KH Kamal Fauzi menuturkan bahwa agenda Kembara ini diharapkan menjadi momentum pelatihan relawan kemanusiaan kader PKS, terutama saat terjadi bencana alam.

“Acara ini adalah untuk para relawan kemanusiaan yang biasa diterjunkan saat bencana, kita ingin terdepan membantu TNI dan pemerintah dalam relawan kemanusiaan seperti bencana,” ungkap Kamal Fauzi. (Cha)

BERITA REKOMENDASI