1 Luka, 4 Rumah Roboh dan 260 Rusak

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Grobogan, Sabtu (11/11/2017) malam hingga Minggu (12/11/2017) pagi, mengakibatkan sekitar 260 rumah di Desa Ketangirejo dan Anggaswangi Kecamatan Godong, serta di Desa Pangkalan Kecamatan Karangrayung mengalami rusak berat dan ringan. Sebanyak 4 rumah diantaranya roboh.

Selain itu puluhan tanaman keras seperti waru, mangga, randu dan pisang tumbang. Seorang warga dilaporkan mengalmi patah kaki karena tertimpa rangka bangunan rumah. Hingga kemarin, puluhan petugas SAR dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) setempat dibantu belasan anggota TNI Kodim 0717 Purwodadi, Polres dan Satpol PP bersama warga setempat masih di lokasi membantu warga yang rumahnya rusak dan roboh.

Keterangan yang diperoleh warga, hujan deras diserta angin puting beliung yang  berlangsung sejak petang itu mengejutkan warga. Selain angin cukup kencang, hujan juga disertai es.  Kencangnya angin membuat ratusan pepohonan besar tumbang.  Warga pun berupaya berlindung di tempat yang aman.

“Begitu saya mendengar suara krek seperti kayu patah, saya bersama keluarga langsung lari keluar karena takut tertimpa atap rumah. Namun istri saya Ida (22) terkena kayu blandar rumah mengenai kakinya, sehingga sekarang masih dirawat di Puskesmas,” ungkap Sohibul (29), warga Desa Pangkalan yang rumahnya roboh. Di desa itu, selain Sohibul, rumah milik Joko Kasmo mengalami hal sama dan belasan rumah lainnya rusak.

Kejadian sama terjadi di Desa Ketangirejo dan Anggaswangi Kecamatan Godong. Ada sekitar 64 rumah di dua desa itu porak-poranda. Dua diantaranya roboh, yaitu milik Sofiyatun (48) dan Ali Mukarom (45).
Camat Karangrayung, Hardimin, menjelaskan, sebagian besar rumah yang rusak karena gentengnya tersapu angin lesus. “Sebagian sudah diperbaki warga bersama aparat TNI, Polri, Satpol dan BPBD,” ujarnya.

Kepala BPBD Grobogan Ir Agus Sulaksno MM menambahkan, rumah warga yang roboh rencana akan mendapat batuan dari pemkab. “Petugas kami masih mendata tingkat kerusakan rumah yang ada,” terang Agus. (Tas)

BERITA REKOMENDASI