12 Izin Tanah Wakaf untuk Tol Diserahkan

SEMARANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 12 surat keputusan (SK) tentang pemberian izin penggunaan dan penggantian tanah wakaf untuk proyek jalan tol di Jateng diserahkan kepada nadzir dan perwakilan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Pekarjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penyerahan dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Jateng Farhani di halaman kantor Jalan Sisingamangaraja 5 Semarang.

Kakanwil Kemenag menjelaskan, setelah penyenyerahan 12 izin tersebut masih ada 12 berkas lagi yang masih dalam proses penyelesaian. Pihaknya berharap, 12 berkas yang tersisa bisa rampung pada akhir tahun ini.  "Dengan demikian, diharapkan seluruh berkas pengajuan izin tukar ganti atau tukar guling tanah wakaf untuk proyek jalan tol di Jateng bisa diselesaikan pada akhir tahun 2018," tandasnya.

Sesuai PP No 28 Tahun 2018, lanjut dia, Kanwil Kemenag diberi kewenangan untuk melakukan akselerasi terkait  penggunaan tanah wakaf untuk kepentingan umum, seperti jalan tol. Caranya dengan tukar guling, sehingga substansi wakaf masih tetap. Bahkan, menjadi lebih luas dan bangunannya lebih bagus.

Menurut Farhani, pembangunan jalan tol di Jateng harus didukung oleh semua pihak, karena termasuk program penting pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan nasional. Karena itu, pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh nadzir serta pemangku kepentingan yang telah bersedia bekerja sama dengan baik demi lancarnya proyek jalan tol.

Kakanwil menambahkan, opini yang berkembang di masyarakat selama ini ketika ada proyek pemerintah maka masyarakat menerima gani rugi. Opini tersebut ternyata tidak terpatahkan. Sebab, untuk tukar ganti tanah wakaf para nadzir memperoleh tanah pengganti yang lebih luas. Selain itu, tanah penggantinya pun merupakan pilihannya sendiri. Sementara itu untuk pengganti bangunan juga lebih luas dan konstruksi bangunan lebih baik dari bangunan sebelumnya.

"Jadi intinya, proyek jalan tol tetap jalan dan cepat selesai. Di sisi lain, keberadaan tanah dan bangunan wakaf tetap ada, bahkan lebih luas dan kualitas bangunan lebih baik. Sama-sama untung," tuturnya. (Isi)

BERITA REKOMENDASI