16 Kepala Sekolah Dirikan Rumah Tahfidz Quran Mandiri

Editor: Agus Sigit

SEMARANG KRJogja.Com – 16 Kepala SMA Negeri di Kota Semarang, jumat (5/11/2021) melaunching Rumah Tahfidz Quran di Giri Mulyo I No 181 Tlogomulyo Kecamatan Pedurungan Semarang.
Rumah Tahfidz yang diberi nama ‘An Nahl’ ini didirikan mandiri oleh para Kepala SMA Negeri, antara lain Drs Wiharto MPd, Drs Agung Purwoko MPd, Dra Lukita Yuniarti MKom, Drs Supriyanto MPd, Dr Indah D Wardani, Drs Sugiyo MKom dan Hj Widji Eny Ngudi Rahayu. Pendirian dilatar belakangi rasa prihatinbdan kekhawatiran akan kemerosotan akhlak generasi muda akibat pengaruh global.
“Satu-satunya landasan yang bisa membentengi diri dari pengaruh buruk adalah pendidikan agama. Oleh karena itu Eumah Tahfidz Quran ini diharapkan menjadi tempat belajar menghafal dan mahami isi Al Quran,” ungkap Drs Agung Purwoko MPd selaku Dewan Pembina Rumah Tahfidz Quran An Nahl.
Dipaparkan Agung, bahwa Rumah Tahfidz yang didirikan ini juga merupakan solusi bagi anak-anak setelah lulus pendidikan TPQ. ” Biasanya kalau sudah lulus TPQ selesai, tidak ada kelanjutannya. Oleh karena itu yang sudah lulus TPQ bisa melanjutkan sebagai calon-calon penghafal Al Quran. Bagi mereka yang berhasil menjadi penghafal Quran tentunya juga akan memudahkan untuk melanjutkan pendidikan jenjang tinggi yang seleksi ya cukup dengan kemampuan menghafal Quran,” lanjut Agung.
Pembelajaran Tahfidz Quran ini ditegaskan Agung Purwoko gratis tanpa dipungut beaya. Namun demikian pendaftaran juga melalui seleksi ketat. Hingga kini sudah ada 50 calon santri yang mendaftar.
Sementara Ketua Dewan Pembina Rumah Tahfidz An Nahl, Drs Wiharto MPd berharap rumah tahfidz ini bisa menjadi pilihan tepat para orang tua untuk memberikan pendidikan agama, selain dari sekolah. Kala pandemi  sekarang ini tentunya banyak waktu luang yang bisa diisi dengan pendidikan non formal seperti belajar Al Quran. “Daripada memanfaatkan waktu luang untuk bermain game gadget, lebih baik belajar membaca dan memahami Al Quran. Pasti akan memberi manfaat lagir dan bathin,” ungkap Wiharto, yang mewakafkan tanah berikut rumahnya untuk Rumah Tahfidz. (Cha)

BERITA REKOMENDASI