17 Desa di Kudus Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

KUDUS (KRjogja.com) – Tingginya intensitas dan curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Kudus harus diwaspadai, karena berpotensi memunculkan terjadinya sejumlah bencana. Selain pohon tumbang akibat hujan yang disertai angin kencang, bahaya tanah longsor dan banjir juga mengancam warga.

Sedikitnya terdapat 17 desa di Kudus merupakan daerah rawan longsor.  Belasan desa itu tersebar di Kecamatan Gebog, Dawe, Undaan dan Jekulo. Peta paling rawan yaitu Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari (Gebog), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, Cranggang dan Kajar Kecamatan Dawe. Desa- desa tersebut berada di kawasan lereng Pegunungan Muria.

Peta kerawanan longsor juga terdapat di kawasan hutan pegunungan Kendeng Desa Wonosoco (Undaan), serta sekitar hutan Patiayam di Desa Terban, Godoharum dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, pihaknya aktif melakukan sosialisasi kepada warga, serta selalu menjalin koordinasi dengan perangkat desa dan relawan di lapangan. Komunikasi terus diintensifkan terutama saat memasuki musim penghujan seperti sekarang.

“Di awal musim penghujan ini, kami terus memantau daerah rawan puting beliung, longsor dan banjir. Ada sekitar 40 desa di lima kecamatan rawan banjir. Warga juga harus waspada angin kencang atau puting beliung, serta pohon tumbang,” ujarnya melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Atok Darmobroto kepada KRjogja.com, Rabu (28/09/2016).

Hujan deras disertai angin kencang dalam dua hari ini, telah menumbangkan sejumlah pohon penghijauan di Jalan Ahmad Yani, Jalan Tanjung, Jalan Agus Salim, komplek Gedung Olah Raga (GOR) Wergu Wetan, serta Jalan Lingkar Selatan di Kecamatan Kaliwungu. Tidak ada korban jiwa, tetapi pohon tumbang menimpa rumah warga dan sepeda motor pengguna jalan.

Sementara itu, Camat Gebog Saiful Huda selalu mengingatkan warganya yang tinggal di kawasan rawan longsor. Sedang Camat Dawe Budi Santosa menekankan agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan. “Kami telah meminta warga di daerah rawan longsor dan banjir, agar menghindar atau mengungsi jika terjadi hujan lebat. Kami juga minta pemotongan ranting- ranting pohon di dekat rumah. Itu untuk antisipasi terjadinya hal- hal tidak diinginkan,” katanya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI