334 Prajurit ‘BR’ Jadi Veteran

SEMARANG, KRJogja.com – 334 Prajurit Yonif Raider 400/Banteng Raiders Srondol Semarang, Senin (21/10/2019) secara resmi telah tercatat dan masuk dalam Keluarga Besar Legiun Veteran RI. Menurut Ketua Markas Daerah (Kamada) LVRI Jawa Tengah Kolonel (Purn) H Amin Munadjat, para prajurit tersebut masuk dan tercatat sebagai Veteran Perdamaian karena pernah bertugas sebagai Pasukan Perdamaian di Lebanon.
Pengukuhan dilakukan secara simbolis di Gedung Handakarya Mako Yonif Raider 400/BR oleh Kamada LVRI Jawa Tengah Kolonel (Purn) H Amin Munadjat ditandai pemakaian mut (peci) Veteran kepada Wakil Komandan Yonif Raider 400/BR Mayor Inf Didiet Trilaksono mewakili Danyonif Raider 400/BR Letkol Inf Arief Wicaksana SH MHan. Selain pemakaian peci warna kuning tua khas Veteran, juga diserahkan KTA anggota Legiun Veteran dan beberapa pin Veteran.
Kolonel (Purn) H Amin Munadjat dalam sambutan mengatakan, bahwa menjadi veteran adalah anugerah yang sangat berharga dari Allah SWT. Mengingat kesempatan tersebut sangat jarang bisa dialami oleh setiap orang, termasuk semua prajurit. Veteran adalah orang yang dipilih Allah SWT untuk bertugas membela negara dan menegakkan kedaulatan negara guna berhadapan dengan tentara negara lain. Nilai perjuangan dan kejuangan yang dimiliki para veteran menurut Amin Munadjat tak bisa diremehkan dan harus terus dihargai.
"Sebagai Legiun Veteran Republik Indonesia, kita dituntut untuk dapat menggelorakan dan menanamkan nilai-nilai dan semangat juang 45 sebagai dasar semangat cinta tanah air dan bela negara. Hal ini agar para generasi muda tetap memiliki semangat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia", papar Kamada LVRI Jawa Tengah.
Sementara Wadan Yonif Raider 400/BR, Mayor Inf Didiet Trilaksono mewakili Danyon  menyampaikan terima kasih atas dikukuhkannya 334 prajuritnya masuh sebagai warga Legiun Veteran RI sebagai Veteran Perdamaian.
Dalam catatan sejarah sejak didirikannya Batalyon Banteng Raider pada tahun 1953 oleh Letkol Achmad Yani, Yonif Raider 400/BR pernah terlibat penugasan operasi internasional misi perdamaian. Dari Kontingen Garuda I Kongo tahun 1956 hingga yang terakhir 2017 ke Lebanon.
"Semua tugas berhasil dilaksanakan dengan baik dan tercatat tak ada korban jiwa maupun material lainnya. Kita dinilai berhasil membawakan tugas misi perdamaian di daerah konflik tersebut. Bahkan selama penugasan negara juga sudah mencatat dan memfasilitasi pengurusan veteran, hingga kini para prajurit kami bisa langsung tercatat sebagai anggota veteran", ungkap Mayor Inf Didiet Trilaksono. (Cha)

BERITA REKOMENDASI