76 Tahun Merdeka, Veteran Ingatkan Jangan Ribut Terus

Editor: Agus Sigit

SEMARANG KRJogja.Com – Veteran Republik Indonesia sebagai pelaku sejarah perang kemerdekaan memgaku prihatin terhadap kondisi bangsa dewasa ini. Di usia kemerdekaan yang telah mencapai 76 tahun masih saja suka ribut.

“Ideologi asing menjadi dagangan yang tak kunjung habis dipaksaan untuk mempengaruhi bangsa. Komunis dibangkitkan lagi dengan mencoba diputihkan tidak sebagai pelaku namun korban G30S/PKI. Sementara ideologi agama juga tak kalah memaksakan diri ingin mendirikan negara khilafah. Akibatnya saling adu kuat yang memunculkan perpecahan dan mengikis rasa persatuan,” ungkap Ketua Umum DPP Legiun Veteran RI (LVRI) Mayjen TNI Purn Saiful Sulun dalam video conferen dengan wartawan, Senin (16/8/2021).

Saiful menilai pemaksaan ideologi sebagai dasar pendirian negara menurut faham-faham asing ini suatu kemunduran dan telah mengakibatkan bangsa ini menjadi tertinggal dari bangsa-bangsa lain, seperti Malaysia, Singapura, Philipina, bahkan Vietnam. “Kita lihat tahun 60 negara tetangga belum apa-apanya dengan kita. Saat itu kita hebat, tapi sekarang kita kalah dan tertinggal dari mereka. Kenapa

“Karena kita tidak sibuk membangun, melainkan ribut terus tentang memaksakan ideologi. Padahal ideologi kita sudah final, adalah Pancasila. Selain itu tidak ada yang bisa menggantikannya,” tegas Saiful.

Jenderal Purnawirawan Bintang 2 ini mengajak agar seluruh komponen bangsa sadar akan arti persatuan. “Tanpa persatuan, bangsa ini akan hancur. Karena bangsa i i bisa tegak berdiri dari kehancuran akibat penjajahan juga karena persatuan. Kala itu kita bersatu padu berjuang memerdekakan negeri ini dengan semangat juang tinggi serta rela berkorban. Jangan kecewakan para pendahulu yang telah berkorban jiwa raga dengan sikap-sikap yang bisa memghancurkan bangsa dan negeri ini. Belajar lah saling menghargai dan memghormati, terutama terhadap simbol-simbol negara,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI