Ada Covid-19, Tradisi Santap Bubur India Warga Khoja Tetap Jalan

ADA tradisi di setiap bulan Ramadan bagi warga Khoja, keturunan Gujarat di Semarang untuk berbuka puasa bersama di Masjid Jami Pekojan, Jalan Petolongan Semarang. Yang istimewa dan sangat dinanti-nantikan adalah menyantap bubur ‘India’ sebagai tradisi buka puasa bersama.

Namun kali ini di tengah pandemi COVID-19, meski pembuatan bubur India tetap dijalankan sebagai tradisi, hanya jumlah yang disajikan untuk masyarakat sedikit berbeda. Amat Ali, juru masak Masjid Pekojan mengaku kali ini hanya membuat 400 porsi, namun yang untuk disediakan di masjid hanya sekitar 150 hingga 200 porsi. Sisanya dibagikan dan dikirim ke rumah-rumah warga.

“Yang kami sediakan di masjid untuk masyarakat yang biasa mampir ke masjid untuk salat Mahgrib sekaligus berbuka. Meski jumlahnya kini tidak banyak karena dampak COVID-19, namun tetap saja ada yang datang. Mereka umumnya pedagang dari luar kota yang menyempatkan diri mampir ke masjid peninggalan kaum Gujarat yang dulu datang dari India atau Pakistan untuk berdagang di Indonesia (Jawa),” kata Amat Ali.

BERITA REKOMENDASI