Ada Covid-19, Tradisi Santap Bubur India Warga Khoja Tetap Jalan

Tradisi Bubur India sudah ada sejak 150 tahun lebih, saat masjid ada yang terdapat jamaah yang umumnya para saudagar dari Gujarat. Masjid Jami Petolongan menurut catatan sejarah berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga besar Akwan. Salah satu keluarga bernama Husni Akwan dimakamkan di area berdampingan bangunan masjid pada tahun 1946.

Sementara ada makam yang lebih tua yakni makam Syarifah Fatimah di sisi kanan depan bangunan masjid. makan Syarifah Fatimah ini termasuk yang dirawat dan sering diziarahi. Dalam masyarakat Gujarat atau yang sering disebut Khoja di Kampung pekojan Kelurahan Purwodinatan Semarang, almh Syarifah Fatimah konon masih keturunan Rasulullah SAW. Selama hidupnya belum pernah menikah dan dikenal sangat dermawan serta memiliki kemampuan sebagai orang yang bisa mengobati sakit dengan metode doa.

Ada juga yang menarik di Masjid Jami Pekojan, yakni adanya dua pohon Bidara yang sudah ada sejak masjid mulai dibangun. Pohon Bidara menurut Anas Salim, salah satu Takmir Masjid, dulu didatangkan dari Timur Tengah. “Sampai kini pohon tumbuh besar, daunnya selain berkhasiat untuk obat segala macam penyakit, juga untuk mensujikan jenasah saat dimandikan,” ujar Anas Salim.

BERITA REKOMENDASI