Agus Prayogo Ramaikan Borobudur Marathon

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Pelari elite nasional Agus Prayogo dan sejumlah runner yang tampil di PON XX/Papua, akan meramaikan perhelatan Borobudur Marathon 2021 di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, 27-28 November 2021 mendatang. Demikian dikatakan Ketua Panitia Penyelenggara Borobodur Marathon (BorMar) Lukminto Wibowo, kepada wartawan di Semarang Jumat (05/11/2021).

Agus masuk dalam daftar pelari yang akan menyemarakkan BorMar 2021. Selain itu, sejumlah pelari eks PON Papua juga siap ambil bagian dalam ajang lomba lari bergengsi ini.

“Kami memang berharap keikutsertaan pelari nasional, karena akan menambah bobot BorMar yang tahun ini  pelaksanaan lombanya masih di dalam kawasan Candi Borobudur,” tutur Lukminto.

Menurut Lukminto, pihaknya baru saja melaporkan progres BorMar kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pada prinsipnya, panitia sangat serius untuk menggelar event yang dijadikan sport tourism, yang sejak tahun lalu dikemas secara hibrida (offline dan online) karena adanya pandemi Covid-19.

Diakui keberhasilan penyelenggaraan Berlin Marathon 2021 pada September dan Paris Marathon 2021 pada 17 Oktober lalu, menginspirasi panitia untuk tertantang menggeber BorMar yang sudah menjadi ikon marathon Jateng dan Indonesia. Masyarakat dan komunitas lari sudah lama merindukan Borobudur Marathon. Namun karena masih pandemi, tentu ada banyak keterbatasan.

Lukminto Wibowo mengatakan, BorMar 2021 dibagi menjadi dua sesi yaitu elite runners pada 27 November dan sesi Bank Jateng Tilik Candi 2021 yang berlangsung 28 November. Ada sekitar 50 pelari elite yang akan beradu cepat di BorMar, dan sekitar 128 pelari umum yang diberi kesempatan tampil di lomba lari Tilik Candi.

“Kami terus berdiskusi untuk jumlah pelari yang akan bersaing, dengan mempertimbangkan faktor teknis, khususnya untuk lomba kategori umum. Angka 128 adalah hasil dari sistem ballot (undian) dari sekitar 1.200-an pendaftar,” ujar Lukminto.

Sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, panitia memberlakukan konsep gelembung (bubble) untuk pelari elite yang turun di BorMar 2021. Sistem gelembung adalah karantina di satu hotel untuk mencegah seluruh atlet dan segala perangkat yang terlibat dalam kompetisi berinteraksi dengan orang di luar gelembung. “Selama karantina pelari juga melalui sistem protokol kesehatan, seperti test swab, jaga jarak, dan pakai masker,” kata Lukminto. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI