Ajak Media Responsif Hadapi Perubahan

SEMARANG (KRjogja.com) – Perkembangan dunia media massa cukup mempengaruhi dunia periklanan di Tanah Air. Terlebih di era digitalisasi yang menumbuh kembangkan media online sangat menuntut industri periklanan lebih rensponsif menghadapi perubahan.

Bertolak dari kenyataan tersebut, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Tengah pada Kamis (17/11/2016) mendatang akan menggelar Konferensi Daerah dengan mengangkat tema 'Responsif Hadapi Perubahan'.

Agenda empat tahunan ini menurut Sekertaris Umum P3I Jateng Kristanti, tidak saja mengagendakan mendengan laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2012-2016 dan pergantian penggurus, melainkan ada momen yang mengangkat sisi-sisi dinamika periklanan yang sedang terjadi beberapa tahun terakhir ini.

V Dewantoro, salah satu pengurus P3I Jawa Tengah mengungkapkan adanya dinamika yang cukup membuat para pengusaha jasa periklanan harus bekerja keras memutar otak ditengah rendahnya belanja iklan karena kondisi yang serba tidak pasti. Diakuinya belanja iklan kali ini turun dibanding masa puncak yang terjadi sekitar 5 tahunan lalu. Penurunan belanja iklan banyak dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu baik dibanding 5 tahun lalu, juga karena adanya kebimbangan membelanjakan iklan.

Owner Biro Iklan Citra Mekar, Agustina Purbandini mengemukakan bahwa sejak penegakakan hukum dengan sasaran tindak korupsi, maka praktis konsumen, terutama kalangan pemerintahan atau korporasi yang hati-hati dalam membelanjakan uang. "Mereka umumnya takut salah. Karena itu muncul kebimbangan. Sehingga inilah yang menurunkan belanja iklan", ujar Agustina Purbandini atau yang akrab dipanggil Dina di kantornya, Jalan Gajah Semarang, Selasa (1/11/2016).

Ketatnya persaingan media yang pada akhirnya memaksa perusahaan media juga mengambil porsi iklan melalui divisi atau marketingnya juga sangat mengganggu capaian biro iklan. Kondisi ini sangat berpengaruh dan menjadi seperti 'pagar makan tanaman'. Oleh karena itu, P3I Jateng mendorong sinergitas yang positif dengan media, sehingga menurut V Dewantoro akan tampil seperti kita melihat keindahan ikan dalam akuarium. "Kalau kami ini ikannya, maka  air dan akuariumnya itu adalah media massa. Ikan tanpa air dan akuarium tidak akan mampu hidup dan dinikmati keindahannya. Demikian pula akuarium tanpa ikan juga tak akan mampu menyajikan pemandangan yang menawan", tambah V Dewantoro. (Cha)

 

BERITA REKOMENDASI