Ajak Pelajar Cintai NKRI, Kemhan Safari Bela Negara

SEMARANG KRJOGJA.com – Kementerian Pertahanan RI Perwakilan Jawa Tengah, menggelar Safari Bela Negara ke beberapa SMA dan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dalam rangka menanamkan dan mengajak pelajar mencintai tanah air melalui ceramah-ceramah bela negara yang disampaikan Kepala Kantor Pertahanan Perwakilan Jawa Tengah, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Latif Ainul Yaqin SE MM.

Kegiatan Road Show atau Safari bela Negara yang telah terlaksana digelar di SMA Negeri 1 Boyolali, Kamis (22/11/2018) dan IAIN Surakarta pada Jumat (23/11/2018).
Di SMA Negeri 1 Boyolali, Marsma TNI Latif Ainul Yaqin menanamkan penguatan pendidikan karakter terhadap 350 pelajar. Latif memandang pentingnya pembangunan karakter bangsa terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.

"Ancaman perpecahan atau disintegrasi, kekerasan, narkoba, korupsi dan pengaruh globalisasi  merupakan ancaman nyata yang terjadi saat ini. Untuk mengantisipasinya, maka dibutuhkan karakter bangsa yang kuat guna menguatkan ketahanan negara. Proses pembentukan karakter ini tidak boleh berhenti, dan sebagai dasar karakter maka generasi muda harus memiliki kejujuran, kecerdasan, tanggung jawab dan tak mengabaikan kearifan lokal. Selain itu juga harus dilandasi semangat, ulet, gigih, tangguh dan pantang menyerah," ungkap Marma TNI Latif Ainul Yaqin.

Sedangkan di IAIN Surakarta, Perwira Tinggi TNI AU Bintang Satu ini tampil sebagai pembicara Seminar Nasional mengangkat tema 'Rejuvinasi Konsep Bela Negara di Era Milinial'. Dihadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi peserta seminar, Latif memaparkan 'Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara' yang harus dipahami dan melekat selalu di hati setiap warga negara, khususnya generasi muda.

Latif juga memaparkan fenomena ancaman saat ini, antara lain adanya tren konflik yang cenderung non linier dan masyarakat sipil menjadi target melalui konflik antar etnis,agama dan politik. Sebagai contoh konflik Mali, Kongo, Yaman, Rohingya dan sebagainya. Sedangkan terorisme dan radikalisme dengan ditandai fenomena Foreign Terrorist Fighter (FTF) Kombatan IS, munculnya aksi Home Grown Terorism oleh individu atau kelompok yang terinspirasi ideologi radikal ada hubungannya dengan kepentingan dalam krisis sumber daya energi.

"Sebagian besar negara yang konflik saat ini merupakan penyuplai minyak dunia. Ada grand strategi di balik itu semua dan Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya yang sangat lengkap dan sangat diminati oleh negara-negara lain. Untuk menangkal upaya penghancuran NKRI, maka harus kita tanamkan semangat Bela Negara di setiap warga negara Indonesia," tandas Latif.     

"Bela Negara menurut Latif adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan terhadap NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Nilai-bilai Bela Negara yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan bernegara," tandas Marsma TNI Latif Ainul Yaqin. (Cha)

BERITA REKOMENDASI