Ajarkan Pendidikan Karakter, Kolaborasi Guru-Sekolah Penting

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KNI) Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan The 2nd International Conference Character Education (ICCE) “Strengthening Character Education In The Pandemic Era” secara daring, Kamis (28/10/2021).

Sejumlah pembicara hadir pada ICCE yang diikuti sekitar 1.000 peserta melaui daring di antaranya Prof Dr H Masrukhi MPd (Rektor Unimus), Prof Madya Dr Mohd Hairy bin Ibrahim (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia), Dr Gamal Abdul Nasir Zakaria (University of Brunei Darussalam), Prof Dr Marzuki MAg dan Prof Dr Mukhamad Murdiono MPd (UNY) , Prof Dr Triyanto MHum ( AP3KNI Jateng), Dr Eko Handoyo MSi (Unnes), dan Dr Winarno SPd MSi (UNS).

Ketua Panitia ICCE Supriyanto MPd menyatakan tujuan seminar untuk meningkatkan atmosfer akademik komunitas PPKn dan memberi wahana publikasi hasil penelitian/pemikiran tentang Character Education, Civic Education, Moral Education, Values Education, and Citizenship Studies.

Konference ICCE juga terlaksana berkat kerjasama beberapa perguruan tinggi Di Indonesia seperti Unimus, Unnes, UNS, UNY, dan Universitas Sriwijaya. Hadir pula Dra Umi Chotimah MPd PhD (Universitas Sriwijaya), Unro MPd (Ketua Umum AGPPKNI), Prof Dr Triyanto MHum ( AP3KNI Jateng) Dan Sekjen AP3KNI Prof Dr Sapriya MEd.

Pada paparannya, Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan beberapa hasil penelitian terkait pembelajaran daring selama sekitar satu setengah tahun Covid, khususnya pembelajaran yang terkait pendidikan karakter.

Di antaranya, pembelajaran secara daring memang sangat membantu keberlanjutan proses pendidikan saat masa pandemi. Namun khusus untuk pembelajaran karakter tidak semua materi pendidikan karakter bisa tersampaiakan dengan mudah.

“Pendidikan karakteristik bisa diajarkan secara online terutama yang bersifat literasi. Sangat sedikit yang bisa tersampaikan dengan baik kalau materinya bersifat moral being, moral action, personal morality seperti nilai kejujuran, toleransi, dan sejenisnya. Bagian ini kesulitan secara daring dalam pendidikan karakter” ujar Prof Masrukhi.

Solusinya, ujar Rektor Unimus Yang juga guru besar PPKN Unnes ini, perlu adanya model kolaborasi orang tua dengan guru. Pendidikan karakter Yang bersifat value bisa dodapatkan di rumah lokal wisdom seperti pantun, games, folklore dan lain lain. Keluarga bisa diberdayakan agar sinergis terjadi antara sekolah dan keluarga siswa. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI