Akses Transportasi Harus Terbuka Bagi Disabilitas

SEMARANG (KRjogja.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong para operator untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pengguna jasa penerbangan. Termasuk penyandang disabilitas harus diberikan pelayanan yang maksimal tanpa adanya diskriminasi.

"Akses terhadap transportasi harus terbuka juga bagi penyandang disabilitas, karena akses terhadap transportasi publik merupakan hak bagi seluruh warga negara," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo pada acara Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penerbangan, di Semarang, Kamis (08/12/2016).

Ditegaskan Suprasetyo, pelayanan yang diberikan kepada penyandang disabulitas harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak diskriminatif. Meski demikian, pelayanan yang diberikan kepada seluruh pengguna jasa harus tetap mengutamakan prinsip-prinsip keselamatan dan keamanan penerbangan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2011, terdapat sekitar 1 miliar yang mengalami disabilitas di seluruh dunia. Adapun di Indonesia, berdasarkan hasil survey sosial ekonomi nasional yang dilaksanakan BPS tahun 2012 ditemukan 6.008.661 orang penyandang disabilitas.
"Kita berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa transportasi udara. Tapi tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan," tegasnya.

Saat ini telah diterbitkan  UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Hak Pelayanan Publik Bagi Penyandang Disabilitas. Sesuai ketentuan Pasal 105, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib menyediakan pelayanan publik yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas, termasuk pelayanan jasa transportasi. (Imd)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI