Alokasi Dana Desa Jateng Naik 11 Persen

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com – Alokasi dana desa di Jawa Tengah tahun 2021 naik dan tertinggi secara nasional mencapai Rp 8,2 triliun atau naik 11% dari alokasi nasional senilai Rp 72 triliun. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Midden Sihombing pada jumpa pers secara daring kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut Midden mengungkapkan, pada triwulan I tahun 2021, penyalurannya meningkat dibanding periode sama tahun lalu. Terdapat 8 desa mandiri yang telah tersalur 100% dana desa non BLT. dari realisasi dana desa sekitar Rp 3,5 triliun, Pemerintah Daerah baru melaporkan penggunaan dana desa pada aplikasi OM SPAN senilai Rp 1,8 triliun.

“Sangat besar kemungkinannya sudah direalisasikan lebih besar, karena konsolidasi data dari tingkat desa sampai ke kabupaten memerlukan waktu,” ungkap Midden Sihombing.

Jateng menurut Midden memiliki desa terbanyak di Indonesia, yakni 7.809 desa terdiri dati 7.669 desa reguler dan 140 desa mandiri. Dari jumlah tersebut terdukung 14 KPPN penyalur dana desa. Adapun penyaluran tertinggi di KPPN Surakarta sebanyak 59,9% dengan frekuensi pengajuan penyaluran dari Pemerintah daerah sebanyak 145 kali. Kinerja penyaluran dana desa tertinggi di Jawa tengah adalah Wonogiri. Realisasinya menurut Midden mencapai 74,3%, kedua Boyolali mencapai 72,4% dan ketiga Kabupaten Semarang mencapai 69,8%.

Midden mendorong pemerintah daerah agar tidak menunggu penyaluran, bila ada desa yang sudah memenuhi syarat agar segera disalurkan dengan tujuan bisa mendorong peingkatan perekonomian desa. (Cha)

BERITA REKOMENDASI